Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Indonesia di Board of Peace: Langkah Strategis untuk Palestina Menurut Hamdan Zoelva

M Ilham Ramadhan Avisena
03/2/2026 20:15
Indonesia di Board of Peace: Langkah Strategis untuk Palestina Menurut Hamdan Zoelva
Presiden Prabowo Subianto (kanan).(Biro Pers Sekratariat Presiden)

KETUA Mahkamah Konstitusi periode 2013-2015 sekaligus Ketua Syarikat Islam Hamdan Zoelva menilai keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) sebagai langkah strategis untuk memperjuangkan kepentingan Palestina di tingkat global.

Menurutnya, berada di dalam forum internasional memberi ruang diplomasi yang lebih nyata dibandingkan berada di luar tanpa daya pengaruh. Zoelva menyebut Presiden telah memberikan penjelasan panjang lebar kepada para tokoh terkait alasan Indonesia memilih bergabung. Ia menilai langkah tersebut tepat karena membuka peluang bagi Indonesia untuk menyuarakan isu Palestina secara langsung.

"Pilihan untuk masuk BoP adalah pilihan yang tepat. Karena begini, karena kalau kita ada di luar, kita juga tidak bisa apa-apa. Tapi kalau ada di dalam, kita bisa bicara mengenai Palestina, untuk lebih membantu Palestina," ujarnya kepada pewarta di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).

Ia menegaskan, Prabowo juga menyampaikan, keikutsertaan Indonesia di BoP bukanlah keputusan yang mengikat tanpa syarat. Jika ke depan arah BoP dinilai tidak sejalan dengan prinsip Indonesia, opsi menarik diri tetap terbuka.

"Kalau tidak setuju dengan sikap atau langkah BoP, boleh tarik diri, setiap saat juga bisa tarik diri," kata Zoelva.

Menurutnya, komitmen Indonesia untuk membantu Palestina justru diperkuat dengan keikutsertaan dalam forum tersebut. Dengan berada di dalam, Indonesia memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan, terlebih BoP juga melibatkan sejumlah negara mayoritas Muslim yang dinilai memiliki kesamaan sikap.

Terkait situasi terbaru di Gaza, Zoelva menyebut pembahasan di BoP tidak terlepas dari dinamika gencatan senjata. Ia mengatakan, pelanggaran terhadap ceasefire menjadi perhatian dan dibahas secara internal.

Ia juga menyoroti peran Amerika Serikat yang dinilai memiliki pengaruh besar terhadap Israel, sehingga isu tersebut relevan dibicarakan di forum BoP yang beranggotakan delapan negara.

Zoelva mengakui belum ada pembahasan rinci soal absennya perwakilan Palestina di BoP, meski Israel memiliki keterlibatan. Namun, menurutnya, kehadiran negara-negara seperti Yordania, Mesir, dan negara-negara Teluk dapat menjadi representasi kepentingan Palestina.

"Di situ ada Jordan, ada Mesir, ada negara-negara teluk yang mungkin, menurut pertimbangan presiden bisa mewakili," ujarnya.

Secara pribadi, Zoelva menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden. Ia menilai keputusan tersebut lebih banyak membawa manfaat dibandingkan risiko, termasuk bagi kepentingan dalam negeri Indonesia.

"Kalau saya sendiri, saya sepakat. Saya sangat setuju karena itu langkah yang lebih besar dari pada mudarat, karena itu berkaitan dengan kepentingan dalam negeri kita," pungkasnya. (Mir/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya