Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA sekaligus Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Mukti Fajar mengingatkan tujuh calon anggota KY periode 2025-2030 yang telah dipilih DPR untuk menghadapi pekerjaan rumah (PR) besar, terutama terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) KY yang belum kunjung tuntas.
“Ada beberapa PR memang, soal RUU ini nanggung soalnya. Kita sudah berjuang sejak zaman saya, kemudian berganti DPR, ini enggak berhenti lagi, ini bisa diperjuangkan,” ujar Mukti kepada wartawan, Jumat (15/11).
Mukti menjelaskan bahwa pada periode sebelumnya, KY sempat mengalami penguatan anggaran dan dukungan politik yang lebih stabil. “Di zaman saya dulu, KY itu bisa naik anggaran. Politiknya masih aman, enak. Komunikasi dengan lembaga enak. Bicara dengan presiden, bicara dengan DPR juga enak. Jadi kita mengalami kenaikan, dan itu sekarang menjadi patokan,” katanya.
Selain RUU, ia menyoroti kebutuhan pelembagaan kantor daerah serta penguatan kewenangan KY. “Jadi itu saya pikir PR-nya. Kalau soal tugas dan fungsi ya sebisa mungkin menjaga integritas,” tegasnya.
Terkait komposisi tujuh calon anggota KY terpilih, Mukti menilai susunannya secara formal sudah memenuhi ketentuan karena mewakili berbagai unsur, seperti mantan hakim, akademisi, advokat/praktisi, dan masyarakat.
“Kombinasinya sih secara normatif kan tertulis mewakili mantan hakim. Sudah benar kan? Mewakili akademisi, lalu yang lawyer atau praktisi, kemudian wakil masyarakat. Kalau itu terpenuhi ya semoga lah,” kata Mukti.
Namun, ia tidak menutup mata terhadap dinamika proses seleksi. “Mungkin hari ini kita menganggap bahwa ini satu proses yang agak gimana gitu ya. Kalian juga udah tahu lah,” ucapnya sambil tersenyum.
Meski demikian, ia tetap berharap situasi politik yang sedang berubah dapat membawa dampak positif bagi KY. “Siapa tahu dia malah jadi baik. Harapan saya itu. Walaupun itu sebuah keajaiban,” tambahnya.
Menjawab kemungkinan perubahan kualitas integritas para calon komisioner baru, Mukti menilai hal itu sangat bergantung pada situasi politik dan arah hukum ke depan. Ia berharap komisioner baru dapat meneladani standar etik yang diterapkan angkatannya.
“Maksud saya, integritas mereka itu bisa, bukan bisa balik, tapi bisa menjadi komisioner yang berintegritas. Dengan segala macam risiko seperti di angkatan kami ya,” ujarnya.
Ia berharap situasi hukum dan politik yang lebih baik di masa mendatang dapat mendukung komisioner baru bekerja lebih optimal. “Siapa tahu mungkin situasi membaik, kemudian arah hukumnya lebih jelas. Mereka bisa bekerja lagi lebih baik. Itu sih,” ujarnya. (Dev/P-2)
Penaikan iuran JKN bagi peserta mandiri belum tepat dilakukan dalam waktu dekat. Ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masyarakat masih menghadapi tekanan.
Selain RUU Perampasan Aset, Dasco menyebut DPR RI juga menyiapkan pembahasan sejumlah rancangan undang-undang lainnya.
Amnesty International Indonesia menilai kematian pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, memperpanjang dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat dan mendesak reformasi struktural Polri.
Jika pengadaan kendaraan dilakukan melalui impor besar-besaran, pemerintah perlu menjelaskan secara transparan alasan teknis dan kapasitas produksi dalam negeri.
Firman Soebagyo kritik impor garam Australia dan nilai pemerintah lemah lindungi petani lokal. Komisi IV DPR desak bangun industri garam nasional.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menilai desain kelembagaan BPKH sudah tepat, namun perlu penguatan koordinasi teknis dan harmonisasi regulasi dalam RUU Pengelolaan Keuangan Haji.
Melalui sistem Unified User, hambatan administrasi dalam proses rekrutmen diminimalisir.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
PARA pemuda Indonesia didorong untuk melakukan telaah kritis pada dunia yang sudah berubah.
Komnas HAM memastikan penilaian kepatuhan HAM ini akan diperluas ke berbagai wilayah lainnya guna memperkuat akuntabilitas nasional.
PEKERJAAN bukan hanya sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga medium untuk menghadirkan nilai, makna, dan kontribusi nyata bagi sesama.
Terdapat peningkatan dua kali lipat jumlah resume dan lowongan kerja yang diunggah di dark web pada Q1 2024 dibandingkan dengan Q1 2023, dan angka ini tetap sama pada Q1 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved