Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Dalam Negeri menyerahkan bantuan keuangan partai politik senilai Rp 14 Miliar kepada Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem. Penyerahan dilakukan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Bahtiar Baharuddin kepada Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta Pusat pada Rabu (2/7).
“Kami bertugas untuk menyalurkan bantuan keuangan partai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Partai Politik. Jadi, ini rutin sudah kita lakukan setiap tahun,” katanya kepada Media Indonesia di Nasdem Tower.
Menurut Bahtiar, partai politik merupakan salah satu pilar utama demokrasi sehingga negara perlu berkomitmen dalam mendukung operasional partai secara berkelanjutan.
“Dan salah satu upaya kita untuk meningkatkan indeks demokrasi kita adalah bagaimana meningkatkan kualitas kelembagaan partai. Lembaga partai itu bisa kuat salah satu faktor pentingnya adalah soal pembiayaan yang mandiri,” jelasnya.
Ia juga menyinggung perlunya merevisi Undang-Undang Partai Politik agar memberi ruang lebih luas dalam pengelolaan keuangan parpol, termasuk potensi pendirian badan usaha.
“Memang yang lebih cepat, kalau misalnya secara politik, harus lebih dulu diubah undang-undang partai, paling tidak pasal keuangan agar parpol bisa memiliki badan usaha,” jelasnya.
Bahtiar juga menyatakan konsep terkait dukungan negara kepada partai politik bukanlah sekadar bantuan, melainkan alokasi dana negara untuk memperkuat sistem politik.
“Oleh karenanya, kami setuju dengan pemikiran jika ke depan ada penataan regulasi kepartaian, saya kira pengaturan tentang alokasi keuangan negara untuk partai patut tentu kita diskusikan kembali tidak lagi sifatnya bantuan melainkan alokasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Hermawi Taslim menilai menyambut baik penyaluran bantuan keuangan tahun 2025 yang mencapai Rp 14 Miliar tersebut.
“Kami hari ini seperti biasa dengan gembira menerima bantuan partai politik. Walaupun kita tetap berterima kasih kepada pemerintah, tapi jumlahnya sangat kecil dibanding dengan kebutuhan-kebutuhan partai,” jelasnya.
Menurut Hermawi, partai politik membutuhkan sumber pendanaan dari keuangan dari negara sebab di Indonesia, parpol memang tidak diperbolehkan mendirikan badan usaha atau memiliki saham di badan usaha.
“Partai politik ini sudah tidak bisa mendirikan badan usaha, tidak boleh punya kekayaan yang diusahakan sendiri. Oleh karena itu, kita akan terus-menerus berusaha secara sah sesuai dengan ketentuan konstitusi untuk berjuang supaya kita terus nilai alokasi itu dapat baik,” imbuhnya
Selain itu, Hermawi menilai kebutuhan operasional parpol yang tinggi menuntut perlunya alokasi dana yang ideal dari negara. Bantuan dana partai politik yang bersumber dari APBD dan APBN itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan tersebut agar partai dapat berfungsi optimal dan terhindar dari praktik korupsi.
“Karena sekarang kebutuhan semakin meninggi dan kalau kita ingin meningkatkan demokrasi, mengurangi kecenderungan-kecenderungan koruptif, kita harus berani karena partai politik ini pilar demokrasi,” pungkasnya. (Dev/P-1)
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan, Pemilu 2029 yang akan datang berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, akan semakin kompetitif dan semakin ketat.
BADAN Rescue Nasional Demokrasi (NasDem) Sumatera Barat menargetkan pembentukan pengurus Badan Rescue NasDem Daerah (BRND) tingkat kota, kabupaten dan kecamatan yang ada di Sumbar.
MANTAN Ketua Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS) resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kamis (29/1).
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat berharap momentum perayaan Natal di tengah situasi bencana dapat memperkuat nilai-nilai kebinekaan dan semangat gotong royong.
DPP Partai NasDem masih akan mengkaji dan mempelajari, kasus korupsi yang kini tengah dihadapi Ketua DPD Partai NasDem Kota Bandung Rendiana Awangga (RA).
DPP Partai NasDem memerintahkan seluruh kader untuk bergerak cepat, turun langsung ke lokasi bencana, dan hadir di tengah masyarakat yang terdampak banjir dan longsor
Program strategis Presiden tidak akan mencapai keberhasilan maksimal tanpa inisiatif personal dari setiap warga negara.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Sinergi lintas sektor, tokoh agama, dan penguatan fungsi sosial rumah ibadat menjadi kunci menjaga persatuan di tengah tantangan zaman.
Selain pembersihan bangunan, personel juga melakukan normalisasi pada 42 hektare lahan terdampak agar dapat digunakan kembali oleh masyarakat.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Para pemimpin daerah harus konsisten memegang amanah rakyat dan tidak mencoba mencari celah korupsi yang hanya akan mencederai kepercayaan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved