Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) memaparkan perkembangan terbaru terkait pelaporan berbagai kasus pelanggaran HAM di Indonesia yang ditangani secara real time selama 2024.
Baca juga : LBH Padang Laporkan Kasus Dugaan Penganiayaan Anak hingga Tewas
Komisioner Komnas HAM bidang pengaduan, Hari Kurniawan menyatakan, konflik agraria dan penanganan kasus terkait pelanggaran HAM oleh pihak kepolisian mendominasi pengaduan masyarakat secara nasional. Dijelaskan pihaknya telah menerima 408 aduan kasus agraria sepanjang 2024.
“Secara real time hari ini ada sekitar 1.965 pengaduan ke Komnas HAM. Kasus terbanyak kedua yang paling sering dilaporkan adalah isu agraria sebanyak 408 aduan. Kemudian isu ketidak profesionalan aparat kepolisian masih menempati peringkat pertama berjumlah 442 aduan,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Hari, pelaporan dugaan pelanggaran HAM juga didominasi oleh isu pengabaian hak-hak kelompok rentan sebanyak 158, selanjutnya diikuti oleh isu penyimpangan ketenagakerjaan sebanyak 122 aduan.
Baca juga : Komnas Selidiki Dua Kasus Dugaan HAM Berat, Salah Satunya Terkait Munir
“Jika ditelaah, lembaga yang paling banyak diadukan adalah kepolisian. Dan sampai hari ini, Jakarta menjadi provinsi tertinggi terkait pelaporan pelanggaran HAMx disusul Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” ujarnya.
Menyoroti tingginya konflik agraria di Indonesia serta keterbatasan kebijakan penyelesaian konflik agraria yang selama ini dijalankan pemerintah, Hari mengatakan hal tersebut menjadi urgensi bagi Komnas HAM untuk segera merampungkan penyusunan peta jalan penyelesaian konflik agraria berbasis HAM.
“Saat ini tahapan dari penyusunan peta konflik agraria masih dalam konsultasi publik. Jadi sedang mendengar berbagai masukan dari K/L dan kelompok masyarakat terkait, untuk menentukan seperti apa idealnya dalam penyelesaian konflik agraria,” katanya.
Baca juga : Komnas HAM Dinilai Belum Fokus Tentukan OPM sebagai Pelaku Pelanggaran HAM
Hari mengungkapkan naskah peta jalan tersebut nantinya akan menjadi dasar dan acuan pemerintah dalam pembuatan kebijakan untuk memetakan penyelesain konflik agraria secara nasional, khususnya konflik agraria yang berkaitan dengan proyek strategis nasional (PSN).
“Karena di dalamnya kita juga menjelaskan misalnya seperti apa fungsi KLHK terkait pengaturan kawasan hutan, ATR/BPN juga, dan termasuk proyek strategis nasional pemerintah, proyek jalan BUMN dan swasta, nantinya di isana diatur semua,” tuturnya.
Peta jalan tersebut lanjut Hari, akan menjadi rekomendasi bagi pemerintah mendatang dalam rangka menyongsong transisi pemerintahan dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo kepada presiden terpilih, Prabowo Subianto. Sehingga pemerintah baru diharapkan bisa mencegah konflik agraria di masa depan, khususnya yang berdimensi struktural menimbulkan pelanggaran HAM.
Secara umum, peta jalan ini akan mengangkat tujuh pola konflik agraria berbasis kategori isu sektoral dan kekhususan, yakni kehutanan, pertambangan, perkebunan, aset Badan Milik Negara (BMN) dan Badan Milik Daerah (BMD), Aset TNI dan POLRI, Proyek Strategis Nasional, dan Status Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Dev/M-4)
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memastikan pemerintah memulihkan 717 sertifikat tanah milik transmigran di Kotabaru, Kalsel, yang sebelumnya dibatalkan.
Tim Advokasi Petani dari Akar Law Office mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam penanganan kasus penembakan lima petani Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Konflik agraria antara Petani Pino Raya dan perusahaan perkebunan PT Agro Bengkulu Selatan kembali memuncak pada 24 November 2025.
Konflik agraria adalah isu lama yang tak terselesaikan.
Sejumlah pemegang HGU tidak menjalankan kewajiban pengelolaan secara baik meski telah diberikan hak atas tanah yang luas.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Amnesty International Indonesia menilai kematian pelajar 14 tahun di Tual, Maluku, memperpanjang dugaan pembunuhan di luar hukum oleh aparat dan mendesak reformasi struktural Polri.
Komisi Pencari Fakta (KPF) Masyarakat Sipil menyerahkan laporan lengkap hasil investigasi kerusuhan Agustus 2025 ke enam lembaga negara
Komisi XIII DPR RI menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus dugaan pelanggaran pidana dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang menimpa seorang warga lanjut usia, Nenek Saudah.
Video terverifikasi mengungkap skala mengerikan tindakan keras pemerintah Iran terhadap demonstran. Jenazah menumpuk di rumah sakit meski internet diputus total.
Pakar PBB mengecam pelanggaran HAM berat di Iran, termasuk penggunaan kekuatan mematikan dan ancaman hukuman mati bagi demonstran. Simak laporan lengkapnya.
Di balik blokade internet, warga Iran mengungkap kengerian penumpasan protes oleh aparat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved