Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) tidak mendapatkan undangan untuk hadir dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP ke V yang berlangsung di Jakarta pada 24 hingga 26 Mei 2024.
Bertepatan dengan hari libur panjang Waisak, Jokowi memilih untuk berlibur dan membagikan sembako di Kota Yogyakarta. Pembagian sembako dilakukan di Kompleks Istana Kepresidenan "Gedung Agung", Kota Yogyakarta, D.I Yogyakarta, Sabtu sore.
Ratusan warga serta wisatawan tampak mengantre hingga mengular di seberang Istana Kepresidenan dengan dikawal aparat keamanan sejak pukul 16.00 WIB.
Baca juga : Ini Alasan PDIP Ogah Undang Jokowi
Untuk masuk mengambil bantuan melalui pintu sisi selatan Gedung Agung, mereka harus menyerahkan kupon satu per satu.
Nimbang (54) beserta suaminya Wahyudi (57) mengaku senang bisa berjumpa langsung dengan Presiden Jokowi, sekaligus mendapat bantuan sembako berupa gula pasir, minyak goreng, beras, serta biskuit.
Menurut Nimbang, salah satu cucunya yang ia ajak masuk halaman istana mendapat kesempatan bersalaman dengan Presiden Jokowi.
Baca juga : Presiden Jokowi Dipastikan tak Hadiri Rakernas PDIP
"Tadi cucu saya menangis karena antre terus dipersilakan ketemu Pak Jokowi," kata dia.
Warga Wirobrajan, Kota Yogyakarta itu sengaja datang kembali di kawasan Istana Kepresidenan karena saat pembagian sembako presiden pada Jumat (24/5) tidak kebagian kupon.
"Tadi sudah menunggu di sini sejak pukul 15.00 WIB alhamdulillah mendapat kupon dan pukul 16.00 WIB pintu dibuka," ujar dia.
Baca juga : Jokowi Minta Wartawan Bertanya ke PDIP Mengapa Ia tak Diundang Rakernas
Berbeda dengan Nimbang, Gono, warga Sleman mengaku tidak menyangka bakal mendapat bantuan sembako dari Presiden.
Saat berjalan kaki melintas di kawasan Istana Kepresidenan, pria berusia 63 tahun itu tiba-tiba diberi kupon oleh seorang aparat dan dipersilakan mengantre.
"Tadi cuma lewat saja di sini, tiba-tiba diminta ambil kupon sama bapak tentara," kata dia.
Baca juga : Tak Diundang ke Rakernas, Jokowi Mengaku Hormati Keputusan PDIP
Gono mengaku senang meski belum sempat mengecek isi dari tas jinjing berwarna merah putih pemberian orang nomor satu di RI itu.
Sebelumnya, pembagian sembako kepada warga juga dilakukan Presiden Jokowi pada Jumat (24/5) di Istana Kepresidenan Yogyakarta.
Menurut pihak sekretariat presiden, Jokowi memiliki agenda internal di Istana Kepresidenan Yogyakarta. (Z-8)
YAYASAN Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan Majelis Taklim Darratun Nasihin menggelar kegiatan santunan bagi masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.
Inisiatif ini hadir sebagai solusi nyata bagi para pekerja kebun dan masyarakat sekitar dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi selama bulan suci.
Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk bazar sembako murah yang berlangsung di Jalan Pisangan Baru, tepatnya di belakang SDN 11 Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, pada Selasa (17/3).
INSTITUSI Disabilitas Indonesia (Indisi) menggandeng PT Telkom Indonesia dan Junior Chamber International Batavia menyalurkan bantuan sosial.
DAIKIN kembali menggelar salah satu agenda inisiatif tahunan perusahaan “Roda-Roda Ramadan" dengan menyalurkan 1000 paket sembako (sembilan bahan pokok).
Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata hadirnya negara di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan contoh konkret dari para pemimpin terkait upaya efisiensi anggaran negara.
Adapun peresmian taman tersebut juga turut dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Tasyakuran atas penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati serta pelaksanaan ibadah umrah bersama kedua anaknya, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved