Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan prosesi potong tumpeng pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDI Perjuangan di sekolah partai tersebut di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/1).
Dengan mengenakan pakaian merah, Megawati naik ke atas panggung dengan didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Mardiono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, serta perwakilan Partai Hanura Benny Rhamdani.
Megawati memotong tumpeng dengan penuh khidmat dan sederhana. Puan Maharani, putri Megawati sekaligus ketua DPP PDI Perjuangan, ikut membantu ibunya memotong tumpeng.
Baca juga : Megawati Soekarnoputri: Hei Polisi, Jangan Intimidasi Rakyatku!
Megawati lantas menyerahkan potongan tumpeng pertama itu kepada Ma'ruf Amin, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu dan kader PDI Perjuangan yang hadir.
Selanjutnya, Presiden ke-5 RI itu juga memberikan potongan tumpeng kepada Mardiono, Hary Tanoe, Benny Rhamdani, Ganjar Pranowo, dan Arsjad Rasjid.
Sebelum turun dari atas panggung, Megawati bersama seluruh tamu undangan melakukan sesi foto bersama dengan menunjukkan gestur tangan simbol angka 3.
Baca juga : Mahfud MD Mundur dari Kabinet, PDI Perjuangan Harus Konsisten
Turut mendampingi Megawati dalam prosesi potong tumpeng itu ialah Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, Puan Maharani, Prananda Prabowo, serta Pramono Anung.
HUT ke-51 PDI Perjuangan, yang mengusung tema "Satyam Eva Jayate, Kebenaran Pasti Menang", merupakan momentum untuk melakukan kritik-otokritik atas perjalanan partai dengan rekam jejak sejarah begitu panjang.
Selain menggelar kegiatan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, rangkaian HUT partai juga diisi dengan penampilan kebudayaan dari Badan Kebudayaan Nasional (BKN) dengan melibatkan anak-anak muda.
Selain itu, HUT ke-51 PDI Perjuangan juga diisi dengan kegiatan kemanusiaan lewat Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) serta keterlibatan Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati yang terus membantu pengobatan rakyat di penjuru Tanah Air. (Ant/Z-4)
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
KETUA DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mengatakan wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD berpeluang dibahas pada rapat kerja nasional (rakernas).
Risma menuturkan, para sopir ambulans kerap bekerja tanpa hari libur, bahkan tetap mengantar pasien pada hari Minggu maupun dini hari.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning Proletariyati, mengeklaim bahwa hanya PDIP yang memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna).
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Proyek Monorel Jakarta merupakan salah satu proyek transportasi publik paling kontroversial dalam sejarah pembangunan Ibu Kota.
KETUA Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengajak seluruh kader partainya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatra dan Aceh.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan
KETUA Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden ke-2 RI, Soeharto dirasa sangat disayangkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved