Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

PDI Perjuangan DPRD DKI Dorong Integrasi dan Kesetaraan Transportasi Publik Jakarta

Mohamad Farhan Zhuhri
10/2/2026 21:25
PDI Perjuangan DPRD DKI Dorong Integrasi dan Kesetaraan Transportasi Publik Jakarta
ilustrasi kemacetan di Jakarta.(MI/Ramdani)

FRAKSI PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta mendorong penguatan integrasi dan kesetaraan moda transportasi publik di tengah masih besarnya persoalan mobilitas Jakarta sebagai kota global. Ketergantungan pada kendaraan pribadi dinilai menjadi indikator belum optimalnya sistem transportasi umum.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Pantas Nainggolan menegaskan integrasi antarmoda harus menjadi prioritas utama kebijakan transportasi Ibu Kota.

“Jakarta tidak bisa bicara kota global kalau akses transportasi publiknya masih timpang dan tidak terintegrasi,” kata Pantas di Jakarta, Selasa (10/2).

Ia menilai laju urbanisasi, perluasan kawasan permukiman, serta konsentrasi kegiatan ekonomi di pusat kota belum diimbangi penyediaan angkutan massal yang merata. Akibatnya, warga di wilayah pinggiran masih menghadapi perjalanan jauh dengan pilihan moda terbatas.

Menurut Pantas, keterbatasan cakupan, kapasitas, dan konektivitas transportasi publik, terutama di kawasan penyangga, telah memunculkan ketimpangan akses mobilitas.

"Transportasi publik harus menjamin kesetaraan moda dan hak mobilitas seluruh warga, bukan hanya mereka yang tinggal di pusat kota,” ujarnya.

Dirinya menekankan sistem transportasi Jakarta harus inklusif, aman, dan terjangkau bagi perempuan, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok rentan.

"Integrasi antarmoda dinilai menjadi kunci untuk menekan ketergantungan pada kendaraan pribadi sekaligus memperbaiki kualitas layanan," bebernya.

Fraksi PDI Perjuangan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Transportasi Umum bertema 'Memperkuat Integrasi dan Kesetaraan Moda Transportasi Jakarta Menuju Kota Bangsa yang Humanis, Berkelanjutan, dan Berdaya Saing Global'.

FGD menghadirkan sejumlah pakar, antara lain Yayat Supriatna, Haris Muhammadun, Nirwono Joga, Darmaningtyas, Toto Sugito, Tory Darmantoro, dan Azas Tigor Nainggolan, dengan moderator Dwi Rio Sambodo. Diskusi difokuskan pada integrasi moda, kesetaraan akses, serta partisipasi publik dalam kebijakan transportasi. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya