Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNA transportasi umum di DKI Jakarta selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap kedua terpantau menurun jika dibandingkan PSBB tahap pertama.
Seperti diketahui, Pemprov DKI memberlakukan PSBB tahap pertama pada 10 April-4 Mei. Adapun PSBB periode kedua berlangsung pada 10 April-4 Mei.
"Selama masa PSBB tahap pertama, jumlah penumpang 5,6 juta, dengan rata-rata 225 ribu penumpang per hari. Ini berkurang 88,29% bila dibandingkan baseline per 1 Maret yang rata-rata mencapai 1,92 juta penumpang per hari," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI, Syafrin Liputo, Selasa (5/5).
Baca juga: PSBB di Jakarta Diperpanjang Sampai 22 Mei
Dari empat moda transportasi publik utama di Jakarta, lanjut dia, jumlah penumpang terbesar selama PSBB, yaitu Kereta Commuter Indonesia (KRL) sebesar 11,10 juta penumpang, Bus Transjakarta 6,47 juta penumpang, MRT Jakarta 337 ribu penumpang dan LRT Jakarta 18 ribu penumpang.
"Jumlah penumpang transportasi umum kita menurun drastis selama masa PSBB. Sebagai informasi bahwa pada Februari saja rata-rata 1,82 juta penumpang per hari untuk empat moda transportasi tersebut," jelasnya.
Baca juga: Mulai 12 April, Penumpang KRL Wajib Bermasker
Manager External Relations PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Adli Hakim, mengatakan jumlah penumpang KRL turun drastis meski masih menjadi moda transportasi umum terbesar, yang membawa orang masuk dan keluar Jakarta.
"Jumlah volume penumpang per hari kita sudah berkurang 80% dari sebelumnya saat normal (sebelum covid-19) sebesar 900 ribu-1 juta penumpang. Sekarang berkisar 180 ribu-190 ribu penumpang saja," tutur Adli.(OL-11)
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved