Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BEREDAR baliho bergambarkan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tulisan 'PSI Partai Jokowi' di sejumlah kawasan.
Baca juga: DPR Jangan Sekadar Gimik untuk Panggil Jokowi
Politikus PDIP Ronny Talapessy mengaku bertanya-tanya mengapa PSI memasang baliho dengan tulisan tersebut. Pasalnya, Presiden Jokowi yang merupakan kader PDIP mengapa memilih mengendorse partai lain ketimbang partainya sendiri.
"Ya saya juga bertanya-tanya. Karena setahu saya beliau adalah kader PDI Perjuangan, tapi kok malah endorse partai lain. Mungkin bisa tanya langsung ke beliau Pak Jokowi dan pengurus PSI kenapa kok bisa begitu?" kata Ronny.
Baca juga: Viral Pengendara Mobil Pelat Merah Pasang Baliho Ganjar-Mahfud, TKN Prabowo: Biar Bawaslu Proses
Lebih lanjut, Ronny menjelaskan PDI Perjuangan merupakan partai yang memiliki sejarah dan ideologi, dan cita-cita yang jelas. Selian itu, partai berlambang kepala banteng itu juga ikut mengkonsep dan mengawal nawacita selama sembilan tahun terakhir.
"PDI Perjuangan akan selalu mencetak kader-kader terbaik untuk Indonesia. Kami percaya ideologi yang kuat, sistem pengkaderan yang baik, pasti akan melahirkan tokoh, figur yang berkualitas. Kita sudah memberikan yang terbaik untuk Pak Jokowi dan keluarga," tandasnya. (P-3)
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Roy pun memperlihatkan sebuah kertas yang menampilkan foto Jokowi berpelukan dengan Eggi Sudjana. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memastikan foto tersebut palsu.
Refly mengaku baru dapat informasi bahwa saksi dan ahli meringankan itu dipanggil untuk diperiksa pada Selasa (20/1).
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal harus tetap dilaksanakan, meskipun terdapat sejumlah persoalan teknis dalam implementasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved