Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAKUAN terdakwa kasus dugaan suap di Bandung Smart City Khairur Rijal dalam persidangan yang mengaku didatangi Komisaris PD Aneka Usaha Adi Jumal Widodo saat baru ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat heboh. Pasalnya mantan Sekdishub Kota Bandung itu mengaku ditawari pengurusan perkara karena Adi mengeklaim mempunyai akses di Lembaga Antirasuah.
Juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri merespons fakta persidangan itu. Menurutnya, pengakuan bisa mengurus perkara tersebut cuma modus semata.
"Kejadian semacam itu dengan modus bisa mengurus perkara di KPK sering terjadi," kata Ali melalui keterangan tertulis, Senin (20/11).
Baca juga: Pj Gubernur NTB Hari Ini Dipanggil KPK
Kepala Bagian Pemberitaan KPK itu meminta semua pihak tidak memercayai modus seperti itu. Menurut dia, sistem kerja di Lembaga Antirasuah tidak bisa membuat segelintir pihak melakukan pemufakatan jahat dalam penanganan perkara.
"Kami pastikan tak akan pernah bisa mengurus perkara di KPK karena kami bekerja berdasarkan tim dan sistem yang sudah kuat sehingga semua penanganan perkara termonitor penyelesaiannya," ucap Ali.
Baca juga: OTT KPK Jaksa di Bondowoso, Kejagung Bakal Tindak Tegas Jaksa Nakal
Pernyataan Rijal ini dicetuskan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Bandung beberapa waktu lalu. Dia mengaku Adi mengaku mengenal pimpinan KPK yang bisa menganalisasi kasus suap di Bandung Smart City itu.
Berdasarkan keterangan dalam persidangan, Rijal diminta menyiapkan dana Rp300 juta jika mau dibantu Adi. Namun, uang itu tidak diberikan karena mendapatkan saran untuk tidak meladeninya dari tahanan lain. (Z-3)
Meski antrean terlihat panjang, suasana terlihat tertib. Warga datang sesuai jadwal yang sudah mereka “rebutkan” sebelumnya melalui aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI).
de Braga by ARTOTEL menghadirkan program buka puasa “A Wishful Ramadan” dengan konsep all you can eat menu Nusantara di suasana heritage Jalan Braga, Bandung.
Program Bazar Murah dijadwalkan berlangsung mulai 2 hingga 6 Maret 2026 dan menyasar 15 kecamatan di Kota Bandung.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
Pemkot Bandung berencana menyiapkan program pembinaan khusus, termasuk dukungan teknis dalam pengelolaan sampah dan air limbah secara mandiri.
Sebagai langkah perbaikan, Perhutani bersama pengelola legal mulai memperbaiki infrastruktur yang rusak secara bertahap.
Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya.
BrightEd Konsultasi Indonesia gelar Seminar NextGen Security bersama ELDO Consulting dan Agaram Technologies, membahas inovasi AI, IoT, dan smart city untuk industri keamanan nasional.
PT Napindo Media Ashatama gelar pameran teknologi ramah lingkungan 13-15 Agustus.
PT Napindo Media Ashatama sukses mengadakan Technical Meeting untuk Indo Water, Indo Waste, Indo Renergy, dan IISMEX 2025 di JIExpo Kemayoran.
Sebagai klaster perdana dari Super Cluster The Floritz, Cluster Allurea menghadirkan ruang hunian modern dengan konsep Eco-Smart City yang mengedepankan keberlanjutan dan kenyamanan hidup.
Peringkat smart city kota-kota Indonesia, Jakarta, Medan, dan Makassar kalah dari sejumlah kota dari negara-negara Asia Tenggara lain seperti Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Hanoi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved