Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Pengembangan Smart City Bergeser ke Level Kawasan, Kolaborasi Regional Kian Menguat

Ihfa Firdausya
31/1/2026 22:06
Pengembangan Smart City Bergeser ke Level Kawasan, Kolaborasi Regional Kian Menguat
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Citiasia Inc. dan Grand Arkenso Parkview untuk pengembangan kawasan dan destinasi pariwisata berbasis smart city dan smart tourism, sebagai bagian dari strategi penguatan sektor unggulan daerah.(Dok. Citiasia Inc.)

PENGEMBANGAN smart city di Indonesia mulai bergeser dari pendekatan sektoral dan kota per kota menuju model kawasan dan regional yang lebih terintegrasi. Perubahan ini sejalan dengan kebutuhan daerah dalam meningkatkan daya saing ekonomi, kualitas layanan publik, serta efektivitas perencanaan pembangunan lintas wilayah.

Dalam konteks tersebut, Citiasia Inc. meresmikan Citiasia Nexus Hub Central Java di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi memperkuat orkestrasi pengembangan smart city di Jawa Tengah dan wilayah sekitarnya. Kantor cabang pertama Citiasia Inc. ini berlokasi di Hotel Grand Arkenso Parkview dan difungsikan sebagai pusat kolaborasi serta akselerasi pengembangan kota dan kawasan berbasis smart city.

Citiasia Nexus dirancang untuk melayani pengembangan smart city pada berbagai skala, mulai dari kota dan kabupaten hingga kawasan metropolitan dan provinsi. Di Jawa Tengah, fokus pengembangan diarahkan pada sejumlah kawasan strategis, antara lain Kawasan Metropolitan Kedungsepur (Semarang Raya), kawasan Borobudur–Kopeng–Rawa Pening (Bokor), serta berbagai kawasan ekonomi baru di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Pendekatan kawasan dinilai penting untuk menghindari fragmentasi kebijakan dan memastikan integrasi perencanaan antarwilayah. Melalui Citiasia Nexus, Citiasia Inc. mengusung pendekatan pentaheliks dengan melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam satu ekosistem kolaboratif. Model ini diharapkan dapat menyelaraskan kebijakan, inovasi, serta praktik terbaik dalam implementasi smart city.

Peresmian Citiasia Nexus dilakukan oleh CEO Citiasia Inc., Fitrah R Kautsar, sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Citiasia Inc. dan Grand Arkenso Parkview. Kerja sama ini berfokus pada pengembangan kawasan dan destinasi pariwisata berbasis smart city dan smart tourism, sebagai bagian dari strategi penguatan sektor unggulan daerah.

MoU tersebut ditandatangani oleh General Manager Grand Arkenso Parkview Hotel, Setya Teguh Yuwana, dan disaksikan oleh sejumlah pengelola kawasan serta destinasi pariwisata. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan peran smart city sebagai instrumen pendukung pertumbuhan pariwisata dan peningkatan daya saing kawasan.

Melalui Citiasia Nexus, Citiasia Inc. juga mendorong agenda pembangunan kota dan kawasan yang berkelanjutan dan adaptif. Fokus pengembangan meliputi penguatan city branding dan pariwisata, peningkatan kapasitas serta literasi digital daerah, inovasi pembangunan berkelanjutan, hingga penguatan ekosistem pendanaan dan investasi daerah, baik di tingkat kota, kawasan metropolitan, maupun kawasan ekonomi baru.

"Citiasia Nexus kami posisikan sebagai simpul kolaborasi dan akselerasi pembangunan kota dan kawasan. Jawa Tengah menjadi titik awal pengembangan Nexus, khususnya untuk mendukung penguatan kawasan metropolitan dan kawasan strategis regional," ujar Fitrah R Kautsar.

Ke depan, model Citiasia Nexus akan dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan kawasan yang lebih terintegrasi. Kehadiran Nexus Hub di Semarang diharapkan dapat memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pengembangan smart city nasional. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya