Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jatim-Jateng Dukung Misi Dagang

Media Indonesia
30/1/2026 13:31
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jatim-Jateng Dukung Misi Dagang
(MI/HO)

GERAKAN Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Jawa Timur dan Gekrafs Jawa Tengah turut berpartisipasi dalam kegiatan Misi Dagang dan Investasi antarprovinsi yang digelar pada 29 Januari 2026 di Hotel PO Semarang. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Acara tersebut turut dihadiri secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kerja sama ekonomi dan investasi lintas wilayah. Ketua Gekrafs Jawa Timur, Rian Septrianto Maulana, yang akrab dengan panggilan Cak Rian, menyampaikan bahwa kerja sama ini difokuskan pada penguatan beberapa subsektor unggulan ekonomi kreatif.

"Kami melihat potensi besar kolaborasi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah, khususnya pada subsektor kuliner, fesyen, dan pariwisata. Melalui Misi Dagang dan Investasi ini, kami ingin membuka akses pasar, memperluas jejaring usaha, serta mendorong masuknya investasi bagi pelaku ekonomi kreatif di kedua provinsi," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Gekrafs Jawa Tengah, Berty Diah Rahmana, menegaskan bahwa kolaborasi ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar aktivitas dagang. 

"Kolaborasi ini bukan hanya perkara transaksi, tetapi juga tentang penguatan ekosistem ekonomi kreatif. Melalui sinergi lintas daerah, kami ingin membangun fondasi kerja sama yang berkelanjutan agar pelaku usaha kreatif dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing," ungkapnya.

Selain itu, melalui Misi Dagang dan Investasi ini, Gekrafs Jawa Timur dan Jawa Tengah menegaskan komitmen bersama untuk menjadi motor penggerak kolaborasi ekonomi kreatif, memperkuat pariwisata daerah, serta mendorong pertumbuhan investasi yang inklusif dan berkelanjutan. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya