Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus korupsi BTS 4G di Kejaksaan Agung (Kejagung), pada Senin (3/7). Dari pantauan Media Indonesia, Dito mendatangi Gedung Bundar Kejagung pada pukul 13.00 WIB. Dipanggilnya politikus Golkar itu dalam rangka kapasitas saksi dalam kasus korupsi BTS 4G.
Menanggapi itu, Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Azmi Syahputra menilai proses pemeriksaan ini menunjukkan jaksa berani memperluas penyidikannya guna menemukan siapapun yang terlibat menggunakan dan menikmati aliran uang korupsi kasus menara BTS.
“Pemeriksaan hari ini tentu akan menemukan titik terang apakah ada keterlibatan dirinya (Dito) sebelum duduk jadi menteri,” terang Azmi kepada Media Indonesia, Senin (3/7).
Baca juga : Menpora Dito Ariotedjo Masih Berstatus Saksi Korupsi BTS 4G
“Jika memang terbukti dan ditemukan keterlibatannya pelaku disini akan terlihat pula rentang waktu dan posisi fungsi kapasitas pelaku, apakah menerima uang korupsi BTS tersebut adalah kebijakan personal atau diketahui pimpinan partai,” tambahnya.
Azmi menuturkan penyidik juga harus mengusur uang korupsi tersebut apakah mengalir untuk kepentingan partai atau tidak.
Jika ditemukan bukti yang bersesuaian, lanjut Azmi, maka dapat dimaknai bahwa penyidikan ini akan mengarah pada pimpinan partai partai.
Baca juga : Kasus Korupsi BTS, Presiden Minta Menpora Hormati Proses Hukum
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) mencecar Menteri Dito Ariotedjo sebanyak 24 pertanyaan terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi BTS 4G.
Seperti diketahui, tim penyidik Kejagung tindak pidana khusus telah melakukan pemanggilan terhadap Dito dalam rangka untuk mencari titik terang terkait isu tentang adanya aliran dana.
“Yang bersangkutan kami periksa sejak jam 13.00 WIB sampai dengan 15.00 WIB dengan 24 pertanyaan. semua pertanyaan dijawab dengan baik, transparan,” ungkap Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Kuntadi.
Di sisi lain, Dito mengaku undangan klarifikasi Kejagung sudah dinantikannya sejak isu aliran dana Rp27 miliar.
Pasalnya, ia mengaku memiliki beban moral setelah namanya disebut dalam pengakuan salah satu tersangka BTS Kominfo.
“Tapi karena saya memiliki beban moral yaitu hari ini saya diberikan amanah oleh pak Presiden Jokowi sebagai Menpora dan saya juga memiliki keluarga dimana saya harus meluruskan ini semua dan juga mempertanggungjawabkan kepercayaan publik selama ini,” terang Dito. (Z-8)
Kejaksaan Agung menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa eks pejabat BUMN terkait dugaan kebocoran anggaran.
Strategi Kejaksaan menelusuri fenomena regulatory capture atau penyanderaan kebijakan oleh kepentingan vendor sangat krusial dalam kasus ini.
HASIL survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Minggu, (8/2), mencatat adanya peningkatan perhatian publik terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Founder Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan, survei terbaru menunjukkan langkah Kejagung menunjukkan uang sitaan mendapat apresiasi.
Berdasarkan temuan terbaru dari survei nasional Indikator Politik Indonesia periode 15-21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung menjadi yang tertinggi.
Dalih niat baik dalam program digitalisasi pendidikan tidak dapat dijadikan tameng hukum bagi Nadiem Makarim.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand.
Pansel terdiri dari lima orang yang diketuai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved