Kamis 12 Januari 2023, 20:46 WIB

Memuji Diri dan Remehkan Orang Lain, Megawati Surplus Kepercayaan Diri

YAKUB PRYATAMA WIJAYAATMAJA | Politik dan Hukum
Memuji Diri dan Remehkan Orang Lain, Megawati Surplus Kepercayaan Diri

MI / ADAM DWI.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pidato dalam HUT ke-50 PDI Perjuangan.

 

PERNYATAAN Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada peringatan HUT ke-50 PDIP nyatanya memicu tanggapan dari pelbagai pihak.

Diketahui, Megawati Soekarnoputri menyampaikan partainya berperan besar terhadap perjalanan karier Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dinilai tidak bisa seperti saat ini tanpa peran partai berlambang banteng moncong putih itu.

Pernyataan Megawati tersebut mendapatkan respon dari eks Deklarator PAN, Abdilah Toha. Melalui cuitannya, Abdilah menyebut Megawati dinilai meremehkan orang lain termasuk kepala negara.

"Profesor Megawati. Pada ultah PDIP ke 50, hampir seluruhnya memuji dirinya, sambil meremehkan orang lain termasuk kepala negara kita yg hadir. Juga berkali-kali memerintahkan hadirin bertepuk tangan. Nasib negeri ini punya pemimpin sebuah partai terbesar yang tidak pernah diganti," tulis Toha dalam cuitannya.

Merespons cuitan tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam menilai Ketua Umum PDIP itu tengah mengalami surplus kepercayaan diri.

Baca juga: Presiden bukan Petugas Partai

"Itu terekspresikan dalam cara dia berbicara dan materi yang disampaikan hingga model guyonannya dalam acara kemarin," ungkap Umam kepada Media Indonesia, Kamis (12/1).

"Yang disampailan pak Toha itu bukan concern pak Toha sendiri, tapi itu wunud keresahan banyak pihak yang nerasa bawa surplus kepercayaan diri seorang pimpinan parpol tidak pada tempatnya," tegas Umam.

Menurutnya, Megawati seakan menunjukkan punya kekuatan politik lebih besar dan mengeklaim kekuatan itu sebagai penentu terpilihnya Jokowi sebagai presiden.

Umam menyebut komunikasi yang dipraktikkan Megawati menjadi keresahan umum. Pasalnya, kata Umam, Presiden Jokowi itu sudah dianggap sebagai petugas partai. Padahal, presiden RI sekarang dipilih atas kehendak rakyat.

"Sehingga kemudian positioning yang bersangkutan dimaknai sebatas penegasan salah satu parpol saja yang membuat Jokowi jadi presiden. Saya rasa itu kurang tepat," ungkapnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ditanya Reshuffle, Jokowi: Yang Pasti Hari ini Rabu Pon

👤 Andhika Prasetyo 🕔Rabu 01 Februari 2023, 11:53 WIB
Presiden Joko Widodo tidak memberikan keterangan terkait rencana perombakan kabinet yang diisukan akan dilaksanakan pada hari...
Dok. Badan Kerja Sama Provinsi Kepulauan

8 Gubernur Sepakat Meneruskan RUU Daerah Kepulauan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 10:26 WIB
Percepatan pengesahannya menjadi UU merupakan upaya untuk menjadikannya sebagai payung hukum bagi pembangunan daerah...
Ist

Menteri yang Bawa ASN Kampanye Bakal Dikenakan Sanksi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 01 Februari 2023, 09:23 WIB
Netralitas ASN semakin jadi perhatian usai MK menerbitkan putusan nomor 68/PUU-XX/2022 yang menyatakan bahwa menteri maju...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya