Rabu 11 Januari 2023, 18:47 WIB

Pemimpin Parpol Diharapkan Bersikap Sebagai Negarawan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Pemimpin Parpol Diharapkan Bersikap Sebagai Negarawan

MI / ADAM DWI
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri

 

PAKAR Hukum Universitas Jember (Unej) Aries Harianto, menyatakan pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri pada momentum HUT PDIP ke-50 menggerus wibawa seorang Presiden sebagai figur yang telah dipilih rakyat secara demokratis.

Diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pihaknya berperan besar terhadap perjalanan karier Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kepala Negara ketujuh itu dinilai bakal tak menjadi seperti sekarang tanpa partai lambang banteng moncong putih itu. Aries menyayangkan ekspresi arogansi seorang pimpinan partai  tidak menjunjung nilai-nilai etika berpolitik.

"Presiden seolah sub-ordinat terhadap PDIP. Megawati tidak sadar telah menunjukkan over authority-nya yang menabrak etika dengan claim Presiden yang telah direkomendasikan harus tunduk pada power Megawati," ujar Aries kepada Media Indonesia, Rabu (11/1).

"Dengan klaim semacam ini, dapat dimaknai bahwa Presiden harus  tunduk secara absolut pada PDIP, bukan pada konstitusi atau aspirasi rakyat yang dipimpinnya," tambahnya.

Aries menyayangkan pernyataan Megawati pada momentum HUT PDIP ke-50 itu justru ahistoris dari cultur Soekarnois yang identik dengan potret diri penyambung lidah rakyat.

Baca juga: Banjir Pati Terus Meluas, Warga Keluhkan Minimnya Bantuan

Artinya, PDIP yang memiliki karakter mengangkat harkat dan martabat ‘wong cilik’, dan aspiratif, seharusnya tidak pernah melakukan aksi apapun meskipun dalam bentuk tutur kata.

"Ingat bahwa subjektifitas seorang Megawati, adalah cermin institusi partai yang diwakilinya. Bukan subjektifitas seorang Megawati sebagai individu," terangnya.

Seharusnya, kata Aries, pimpinan parpol dalam setiap aksinya bisa mencerminkan sosok sebagai negarawan.

Konsep negarawan, kata Aries, bukan hanya soal etika politik, namun juga integritas dan kepribadian yang menjunjung relasi etis - normatif dalam menjalankan ragam kebijakan politik partainya, termasuk komunikasi dengan presiden dan mengkomunikasikan perihal presiden.

"Di sinilah urgensi kontrol terhadap seorang Megawati agar tidak menimbulkan preseden buruk sebagai pimpinan parpol. Miskinnya kontrol pada gilirannya membidani lahirnya otoritarianisme dalam tubuh PDIP yang dapat menggerus jatidiri PDIP," tegasnya.

Intinya, Aries menyebut pernyataan Megawati itu menggerus wibawa Presiden sebagai figur yang telah dipilih rakyat secara demokratis. Bahkan, pernyataan Megawati telah menciderai nilai-nilai demokrasi.(OL-4)

Baca Juga

Dok. Ikadin Jakbar

Ikadin Jakbar Komit Pertahankan Wadah Tunggal Advokat

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 23:29 WIB
Wacana multibar yang digaungkan sejumlah pihak adalah sebuah langkah mundur karena tidak ada satu pun di dunia ini menganut sistem...
Ist

IKA Menwa Seroja Timor Timur Gelar Munas dan Silaturahmi Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:58 WIB
Dalam kegiatan Silatnas tersebut Ika Menwa Seroja Timor Timur juga menyelenggarakan Sarasehan dengan judul “Peran IKA Menwa Seroja...
ANTARA

Soal Cawapres, Pilihan PPP Mengerucut Pada Sosok Erick Thohir

👤Widhoroso 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:53 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) sampai saat ini PPP masih dalam tahap penyaringan nama-nama yang akan diusung sebagai capres dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya