Kamis 08 Desember 2022, 20:36 WIB

Wapres: Program Deradikalisasi Harus Dievaluasi

Kautsar Widya Prabowo | Politik dan Hukum
Wapres: Program Deradikalisasi Harus Dievaluasi

ANTARA FOTO/Feny Selly
Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menyebut upaya pencegahan aksi teror melalui program deradikalisasi harus dievaluasi. Pasalnya, seseorang yang terkena faham radikal tidak mudah untuk dikembalikan menjadi normal.

"Paling tidak ada yang bisa berhasil dan ada yang belum jadi memerlukan proses yang panjang makanya upaya-upaya metode deradiklaisasi terus dilakukan pembaruan," ujar Wapres Ma'ruf usai membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, hari ini.

Ma'ruf juga menyebut seseorang yang telah menjalani deradikalisasi harus mendapat  pengawasan dari lembaga terkait. Pasalnya, pengantin bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar sempat mendapatkan program deradikalisasi.

"Ketika melakukan deradikalisasi (harus) melelalui landasan-landasan (yang kuat) kalau perlu (menggunakan) dalil-dalil (untuk) bisa mengubah pandangannya," jelasnya.

Kendati demikian, Wakil Kepala Negara menyadari deradikalisasi merupakan hal tidak mudah dilakukan. Saat ini, pemerintah telah melakukan upaya kontra radikal dengan memberikan edukasi ke masyarakat luas.

Baca juga: Pengamat: BNPT Dibubarkan Saja!

Sebelumnya, pelaku bom bunuh diri di Markas Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Agus Sujanto merupakan eks narapidana terorisme yang masih berstatus merah. Setelah bebas dari Lapas Batu Nusakambangan, Agus kembali melakukan aksi teror di Bandung.

Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Ibnu Suhendra, mengatakan status merah diberikan kepada eks napi terorisme yang menolak program deradikalisasi.

"Pelaku kita berikan deradikalisasi di Nusakambangan, namun pelaku ini menolak untuk menerima program. Kita terus berupaya untuk melakukan pendekatan kepada pelaku. Namun pelaku ketemu saja tidak mau, dikasih program juga menolak, kemudian dilakukan isolasi di dalam penjara Nusakambangan, semua pendekatan dia tolak," ucap Ibnu di Mapolrestabes Bandung, Kamis, 8 Desember 2022. (OL-4)

Baca Juga

MI/Susanto

Dongkrak Indeks Korupsi, Kejagung Gencarkan Pengusutan Kasus

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:31 WIB
Salah satu terobosan yang dilakukan penyidik Kejagung adalah membuktikan kerugian perekonomian negara dalam dua perkara korupsi pada tahun...
Dok. Bawaslu.go.id

Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD RI

👤Antara 🕔Rabu 01 Februari 2023, 20:42 WIB
Bawaslu Kalteng Temukan Dugaan Dukungan Ganda Bacalon DPD...
 MI/USMAN ISKANDAR

PKS Justru 'Pede' Golkar yang bakal Merapat ke Koalisi Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Rabu 01 Februari 2023, 19:58 WIB
Partai yang dipimpin Ahmad Syaikhu itu justru percaya diri Golkar bakal bergabung dengan Koalisinya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya