Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kunjungi Ponpes Gus Baha, BNPT Bangun Sinergi dengan Ulama

Wisnu Arto Subari
22/11/2025 12:46
Kunjungi Ponpes Gus Baha, BNPT Bangun Sinergi dengan Ulama
(MI/HO)

BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha, yaitu Lembaga Pembinaan, Pendidikan, dan Pengembangan Ilmu Al-Qur'an (LP3iA) Narukan, Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025). Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi bentuk sinergi antara negara dan ulama serta lembaga pendidikan dalam merawat nilai-nilai kebangsaan, toleransi dan perdamaian.

"Kami menyampaikan penghargaan mendalam atas penerimaan keluarga besar pesantren serta peran besar pesantren dalam merawat nilai kebangsaan, toleransi, dan perdamaian," ujar Kepala BNPT Eddy Hartono dalam keterangan resmi, Sabtu (22/11).

Kepala BNPT menambahkan bahwa membangun sinergi dengan para ulama dan lembaga pendidikan Islam menjadi bagian yang penting dalam menjaga keamanan Indonesia. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam selama ini menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah tantangan global dan dinamika sosial yang cepat berubah.

Menyambut kunjungan itu, perwakilan pondok, KH Zaimul Umam Nursalim (Gus Umam), menegaskan bahwa pesantren sejak dulu berkomitmen mengajarkan Islam yang damai dan mengharapkan generasi santri menjadi penjaga harmoni sosial. "Silaturahmi BNPT sungguh berarti bagi kami. Pesantren adalah rumah pendidikan akhlak dan kedamaian. Kami siap terus bersama menjaga keutuhan bangsa," tuturnya.

Adik Gus Baha itu juga menambahkan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk selalu merawat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta landasan konstitusional UUD 1945 harus senantiasa menjadi napas dalam setiap aktivitas pendidikan dan pembinaan santri.

Sementara itu, Gus Baha berbagi pesan terkait para penyelenggara negara yang harus menjadikan etika sosial sebagai fondasi pembangunan. "Penting bagi para penyelenggara negara untuk menjadikan etika sosial sebagai fondasi pembangunan. Tidak hanya mendorong pembangunan infrastruktur dan ekonomi tetapi juga menjaga hubungan sosial, adab, dan kepercayaan publik agar pembangunan menjadi menyeluruh," ungkapnya.

Ia melanjutkan, secara peradaban, Indonesia mengalami kemajuan karena berhasil menyatukan berbagai suku, kesultanan/kerajaan yang memiliki kekhasan dan keistimewaannya sendiri menjadi negara demokrasi yang mendorong profesionalitas dalam membangun negara. Hal ini sejalan dengan pemikiran Ibnu Khaldun bahwa kemajuan peradaban bukan hanya soal teknis atau kekuatan ekonomi, tetapi juga soal adab, tata krama, etika dalam hubungan antarmanusia dan sosial. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik