Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut masih berada dalam fase pencarian jati diri.
"Cara rekrutmen tidak hanya melalui tatap muka, tetapi sudah melalui ruang digital. Jika dulu hanya laki-laki dan perempuan dewasa yang dijadikan sasaran rekrutmen, sekarang menyasar pada remaja dan anak. Mereka sangat rentan terhadap paparan radikalisme yang menggunakan piranti digital di berbagai platform media sosial," ungkap Kelompok Ahli BNPT Bidang Kerja Sama Internasional, Darmansjah Djumala, dalam keterangan resmi, Rabu (31/12).
Mantan Duta Besar RI untuk Austria dan PBB di Wina itu menilai fenomena itu memerlukan perhatian ekstra dari seluruh pemangku kepentingan. Ia mencontohkan kasus pengeboman oleh siswa SMA 72 Jakarta Utara sebagai bukti bahwa ruang digital semakin tidak ramah bagi remaja.
"Ruang digital sudah tidak ramah lagi bagi anak dan remaja yang sedang mengalami proses pencarian jati diri. Konten kekerasan, bahkan cara-cara membuat peledak pun, dengan mudah dapat diakses oleh remaja dan anak," ujarnya.
Djumala mengungkapkan keprihatinannya terhadap data pada 2025 yang menunjukkan Densus 88 memeriksa 112 anak yang terpapar radikalisasi melalui gim online dan media sosial. Anak-anak tersebut tersebar di 26 provinsi di Indonesia, menandakan luasnya sebaran paparan radikalisme digital.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Djumala menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan counter narasi terhadap konten ajakan kekerasan di ruang digital. Ia menilai ruang digital saat ini menjadi medan utama dalam upaya pencegahan terorisme.
"Selain melakukan counter narasi terhadap konten yang memuat paham kekerasan di media sosial, setiap kerja sama di bidang terorisme baik dalam konteks bilateral, regional, maupun multilateral, perlu memasukkan isu pencegahan tindakan kekerasan oleh remaja dan anak melalui ruang digital sebagai program prioritas," tutupnya. (MTVN/I-2)
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi di masyarakat, khusunya kalangan muda.
Polri mengakui adanya anggota yang terpapar paham radikalisme. As SDM Polri Irjen Anwar menyebut sejumlah personel, termasuk polwan, sempat terpengaruh kelompok radikal
BNPT menemui adanya upaya sistematis kelompok berpaham radikal yang menyusup melalui gim online.
Narasi tandingan tentang nasionalisme dan kebhinekaan masih disajikan secara monoton. “Anak-anak tidak bisa menerima narasi kebangsaan yang membosankan
PAKAR komunikasi politik Gun Gun Heryanto mengatakan ruang digital telah menjadi arena utama komunikasi politik kontemporer.
Kecukupan air bersih di sejumlah lokasi pengungsian masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi anak dan keluarga.
Fenomena percakapan publik saat ini yang didominasi oleh tema nostalgia, musik lama, dan konten kreatif autentik sebagai sinyal kejenuhan masyarakat terhadap ruang digital yang gaduh.
Operator seluler terbesar, seperti Telkomsel, IOH, XL, dan Smartfren, meningkat dari 50,69 juta TB pada 2024 menjadi 55,95 juta TB pada 2025.
Ahmad Najib memberikan perhatian khusus pada pesatnya perkembangan teknologi informasi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved