Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Kemenag: Pelajar Kader Rohis Harus Terbebas dari Paham Radikal dan Intoleran

Putri Rosmalia Octaviyani
13/11/2025 19:06
Kemenag: Pelajar Kader Rohis Harus Terbebas dari Paham Radikal dan Intoleran
Kongres Rohis Nasional.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi di masyarakat, khusunya kalangan muda.

Direktur Pendidikan Agama Islam, Munir, dalam sambutannya menyatakan bahwa negara hadir untuk memastikan generasi muda, termasuk para kader organisasi ekstra Rohani Islam (Rohis) di sekolah terbebas dari paham radikal.

"Rohis seringkali menjadi forum organisasi yang berafiliasi dengan parpol tertentu dan memiliki doktrin-doktrin tertentu. Oleh karena itu, negara wajib hadir agar kader Rohis tidak intoleran dan radikal. Karena merekalah yang akan menjadi pemimpin masa depan negara ini," ujar Munir, keterangannya, Kamis, (13/11).

Hal itu disampaikan Munir dalam sambutannya di penandatanganan kerja sama Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag dengan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) untuk pemberian Golden Ticket dan beasiswa ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program ini menyasar peserta didik berprestasi jenjang SMA/SMK yang aktif dalam organisasi ekstra Rohis. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Kongres Rohani Islam Nasional I di Jakarta, Rabu (12/11).

Munir menyebut kerja sama itu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan kader-kader Rohis, sebagai calon pemimpin bangsa, terbebas dari paham intoleran dan radikal.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin menilai Rohis sebagai ruang strategis untuk mencetak pribadi berkualitas yang akan memberi kontribusi fundamental bagi peningkatan kapasitas bangsa. "Rohis adalah ruang yang promising untuk menjalani pembelajaran menjadi pribadi berkualitas," kata Prof. Kamaruddin. Ia juga menekankan agar pembelajaran agama di kelas berlangsung menarik, mampu merespon dinamika masyarakat, dan berfungsi sebagai perekat sosial. "Indonesia milik kita bersama," tegasnya.

Sementara itu, Bendahara Umum PP ISNU, Mubasyier Fatah, mengatakan ISNU, sebagai rumah besar sarjana NU, memiliki jaringan luas di berbagai sektor yang siap mendukung program ini. Menurut Mubasyier, kerja sama ini membuka ruang bagi pengembangan tiga pilar utama: Pertama, sumber daya manusia berkompetensi akademik dan spiritual. Kedua, kader dakwah moderat yang adaptif terhadap era digital. Dan ketiga, ekosistem keilmuan-keislaman yang produktif dan berkelanjutan. "Kami meyakini bahwa pembangunan umat tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus kolaboratif. Dan hari ini, kolaborasi itu kita kukuhkan," tutupnya.

Kongres Rohis Nasional I ini dihadiri oleh perwakilan SMAN, SMAK, dan SMA Swasta dari 34 provinsi se-Indonesia. Selain penandatanganan MoU, agenda kongres juga mencakup pemilihan Presiden Rohis Nasional, Kabinet Rohis Nasional, serta penetapan AD/RT organisasi. Kongres ini mengusung semangat Kobarkan Cinta Tanah Air dan Kibarkan Islam Rahmatan lil 'alamin. (Ant/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya