Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi di masyarakat, khusunya kalangan muda.
Direktur Pendidikan Agama Islam, Munir, dalam sambutannya menyatakan bahwa negara hadir untuk memastikan generasi muda, termasuk para kader organisasi ekstra Rohani Islam (Rohis) di sekolah terbebas dari paham radikal.
"Rohis seringkali menjadi forum organisasi yang berafiliasi dengan parpol tertentu dan memiliki doktrin-doktrin tertentu. Oleh karena itu, negara wajib hadir agar kader Rohis tidak intoleran dan radikal. Karena merekalah yang akan menjadi pemimpin masa depan negara ini," ujar Munir, keterangannya, Kamis, (13/11).
Hal itu disampaikan Munir dalam sambutannya di penandatanganan kerja sama Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kemenag dengan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) untuk pemberian Golden Ticket dan beasiswa ke Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Program ini menyasar peserta didik berprestasi jenjang SMA/SMK yang aktif dalam organisasi ekstra Rohis. Acara tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Kongres Rohani Islam Nasional I di Jakarta, Rabu (12/11).
Munir menyebut kerja sama itu merupakan wujud kehadiran negara untuk memastikan kader-kader Rohis, sebagai calon pemimpin bangsa, terbebas dari paham intoleran dan radikal.
Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin menilai Rohis sebagai ruang strategis untuk mencetak pribadi berkualitas yang akan memberi kontribusi fundamental bagi peningkatan kapasitas bangsa. "Rohis adalah ruang yang promising untuk menjalani pembelajaran menjadi pribadi berkualitas," kata Prof. Kamaruddin. Ia juga menekankan agar pembelajaran agama di kelas berlangsung menarik, mampu merespon dinamika masyarakat, dan berfungsi sebagai perekat sosial. "Indonesia milik kita bersama," tegasnya.
Sementara itu, Bendahara Umum PP ISNU, Mubasyier Fatah, mengatakan ISNU, sebagai rumah besar sarjana NU, memiliki jaringan luas di berbagai sektor yang siap mendukung program ini. Menurut Mubasyier, kerja sama ini membuka ruang bagi pengembangan tiga pilar utama: Pertama, sumber daya manusia berkompetensi akademik dan spiritual. Kedua, kader dakwah moderat yang adaptif terhadap era digital. Dan ketiga, ekosistem keilmuan-keislaman yang produktif dan berkelanjutan. "Kami meyakini bahwa pembangunan umat tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus kolaboratif. Dan hari ini, kolaborasi itu kita kukuhkan," tutupnya.
Kongres Rohis Nasional I ini dihadiri oleh perwakilan SMAN, SMAK, dan SMA Swasta dari 34 provinsi se-Indonesia. Selain penandatanganan MoU, agenda kongres juga mencakup pemilihan Presiden Rohis Nasional, Kabinet Rohis Nasional, serta penetapan AD/RT organisasi. Kongres ini mengusung semangat Kobarkan Cinta Tanah Air dan Kibarkan Islam Rahmatan lil 'alamin. (Ant/H-3)
Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.
Program diawali dengan pemetaan kompetensi untuk mengukur kemampuan pedagogik dan kemahiran bahasa Inggris guru MTs dan MA, serta pelaksanaan program percontohan pelatihan.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Cek Jadwal Imsak Medan hari ini 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H). Data resmi Binmas Islam Kemenag untuk waktu imsak, subuh, dan buka puasa di Medan.
Jadwal imsak Bandung hari ini Sabtu 21 Februari 2026 (3 Ramadan 1447 H). Cek waktu sahur dan buka puasa resmi Binmas Islam Kemenag di sini.
Jadwal Imsakiyah Bandung 2 Ramadan atau 20 Februari 2026. Cek waktu Imsak, Subuh, dan Buka Puasa resmi dari Bimas Islam Kemenag RI di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved