Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Gelar Takjil Pesantren, Kemenag Bahas Proyeksi Santri Masa Depan

Syarief Oebaidillah
28/2/2026 20:36
Gelar Takjil Pesantren, Kemenag Bahas Proyeksi Santri Masa Depan
Ilustrasi(Dok Kemenag)

DIREKTORAT Pesantren Kementerian Agama ( Kemenag) menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Jakarta Selatan, Jumat (27/02). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan Direktorat Pesantren yang bertajuk “San Trend Ramadhan”.

Melalui keterangan hari ini,Sekretaris Jenderal Kemenag Kamarudin Amin yang hadir sebagai narasumber mengutarakan santri perlu memiliki target belajar yang maksimal. Santri tidak hanya dituntut untuk tafaqquh fiddin juga memahami dan menguasai ilmu ketatanegaraan serta kebangsaan agar mampu mengambil peran strategis di berbagai bidang.

“Santri masa kini,  tidak hanya memiliki target tafaqquh fiddin namun bisa belajar ketatanageraaan juga sehingga bisa sukses di pos pos strategis,” ungkap Kamarudin.

Dalam kesempatan  sama, Pengasuh PP Al-Tsaqafah KH Said Aqil Siradj mengutarakan pesantren memiliki kekayaan tradisi keilmuan yang sangat besar, salah satunya melalui khazanah kitab kuning yang menjadi fondasi pembelajaran. 

Kiai Said menjelaskan, konstruksi keilmuan pesantren bertumpu pada tiga pilar utama, yakni bayan ilahi yang bersumber dari wahyu, bayan nabawi yang merujuk pada sunnah, serta bayan aqli yang berkembang melalui ijtihad ulama seperti ijma dan qiyas.

“Pesantren itu kaya, salah satunya karena tradisi kitab kuningnya. Di dalamnya ada bayan ilahi, ada bayan nabawi, dan juga bayan aqli yang melahirkan ijma serta qiyas sebagai metode istinbath hukum,” jelas Kiai Said Aqil Siradj.

Direktur Pesantren Basnang Said menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “San Trend Ramadhan” yang meliputi Takjil Pesantren, Pesantren di Radio, Ramadhan Insight, Ngaji Bandongan Online, dan berbagai agenda lainnya. 

Kegiatan Takjil Ramadhan dilaksanakan dengan pendekatan tematik, dan pada pelaksanaan perdananya di PP Al-Tsaqafah Ciganjur mengangkat tema “Dari Pesantren untuk Dunia: Proyeksi Santri Masa Depan.”

Pada momen ini, Basnang menegaskan tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis pembinaan santri ke depan. Ia menekankan pentingnya menghadirkan figur santri yang kuat dalam tradisi, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kokoh.

“Santri masa depan yang kita proyeksikan adalah santri yang berakar kuat pada tradisi keilmuan pesantren sebagaimana dicontohkan  Kiai Said, menguasai khazanah klasik, tetapi tetap terbuka terhadap perkembangan zaman. Santri harus mampu menjaga identitas keislaman dan keindonesiaannya, berwawasan luas, dan tetap berkomitmen untuk Indonesia,” pungkas Basnang. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya