Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada penurunan serangan aksi teror yang disebabkan perubahan pola pergerakan sel teroris dan masifnya penindakan yang dilakukan aparat penegak hukum.
Pada 2023 lalu, tidak ada aksi serangan terorisme secara terbuka zero terrorist attack. Selain itu, ada 146 penangkapan oleh penegak hukum terkait pelaku atau jaringan teroris.
Direktur Pencegahan BNPT Irfan Idris mengatakan pergerakan jaringan teroris tidak lagi secara terang-terangan, tetapi melalui pendekatan lunak yang dibungkus dengan narasi dan simbol keagamaan.
Baca juga : Indonesia-Jepang Bahas Kerja Sama Cegah Salah Guna Teknologi untuk Teror
"Pola gerakannya berubah-berubah. Tetapi mereka tetap bergerak di bawah di permukaan," kaya Irfan di Jakarta, Selasa (19/3).
Dia mencontohkan soal perekrutan kelompok teroris yang lebih banyak melalui media sosial. Pola ini sedikit bergeser beberapa tahun sebelumnya yang direkrut atas dasar kesamaan ideologi atau persaudaraan. "Sekarang bisa melalui narasi-narasi propaganda di media sosial," kata dia.
Menurut dia, tidak sedikit masyarakat yang terhasut dengan narasi tersebut, bahkan secara sadar setuju untuk melakukan kekerasan atas nama agama. Irfan menegaskan bahwa tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan.
Baca juga : Kepala BNPT Sebut Pola Serangan Terorisme Berubah
"Secara kualitas turun, tetapi secara kuantitas naik. Karena merekrut anak dan istri juga. Dulu ketika era Bom Bali, tidak ada yang ajak-ajak anak istri," kata Irfan.
Salah satu narasi propaganda yang sering dilakukan ialah glorifikasi khilafah sebagai solusi. BNPT mencatata sepanjang 2023, kelompok radikal terorisme selalu menyisipkan narasi propaganda bahwa dengan khilafah seluruh masalah di Indonesia serta penindasan umat muslim di dunia bisa diselesaikan.
Selain itu, narasi propaganda yang juga sering disisipkan ialah isu terorisme hanya konspirasi. Artinya, setiap penangkapan terduga teroris oleh penegak hukum dinarasikan hanya sebagai bentuk kebencian pemerintah terhadap islam.
Baca juga : Ulama Dukung Tindakan Tegas terhadap Terorisme
Pengamat teroris Irjen (Purn) Hamli mengatakan, masyarakat tetap diminta waspada meskipun ada penurunan serangan aksi teror. Perubahan pergerakan sel-sel teroris itu dinilai berbahaya jika tidak dicegah dengan penguatan ideologi dan penegakan hukum.
Hamli menjelaskan, dalam sejumlah penelitian disebutkan bahwa aksi teror di Indonesia termotivasi oleh faktor pendekatan ideologi, kemudian solidaritas komunitas , dendam, dan pemahaman agama yang kurang.
"Itu kemudian yang membuat orang lebih ganas karena termotivasi," kata Hamli yang juga pernah menjabat Direktur Pencegahan BNPT.
Hamli menambahkan, pelaku teror di Indonesia memiliki motivasi melakukan aksi teroris karena pengaruh ideologi agama yang ekstrem. Pengaruh ideologi agama, lanjut Hamli, dapat muncul dari kelompok-kelompok trans-nasional yang memperjuangkan sistem khilafah.
"Ada kelompok trans-nasional yang agendanya khilafah, lalu mengglorifikasi agama, melawan barat. Ketika orang-orang ini dipropaganda bisa saja masuk ke dalam aksi teroris," kata Hamli. (Mal/Z-7)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Peneror Zainal Arifin mengaku dari Polresta Yogyakarta dan memintanya segera menghadap dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP).
DJ Donny, resmi melaporkan aksi teror yang menimpa dirinya dan keluarga ke Polda Metro Jaya, Rabu (31/12)
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
Terduga pelaku saat ini sedang menjalani operasi di rumah sakit akibat luka yang dideritanya. Selain itu, ada satu korban turut dioperasi.
Hasan Nasbi dinilai telah mengeluarkan pernyataan dan komunikasi pemerintah yang buruk dan apatis terhadap ancaman kepada media.
Dia menegaskan bahwa program MBG dilandasi oleh niat baik Presiden RI Prabowo Subianto untuk perbaikan gizi anak-anak di tanah air, tak terkecuali anak-anak di Papua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved