Rabu 02 November 2022, 19:08 WIB

Rachmat Gobel Ajak Pers Bangun Optimisme

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Rachmat Gobel Ajak Pers Bangun Optimisme

Ist
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel silaturahim dengan pengurus baru Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) di Jakarta, Rabu (2/11).

 

WAKIL Ketua DPR RI Bidang Korinbang, Rachmat Gobel, mengajak wartawan dan pers untuk membangun optimisme bagi kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

"Kita harus mengambil momentum kepemimpinan Indonesia dalam G-20. Pers harus membangun optimisme, jangan pesimisme," katanya, Rabu (2/11).

Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam perkenalan dan silaturahim dengan pengurus baru Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP).

Dalam musyawarahnya, mereka memilih Ariawan dari Sindo TV sebagai ketua dan Rafyq Panjaitan dari Kumparan sebagai sekjen. Sedangkan bendahara umum adalah Kiswondari dari Sindo. Ariawan didampingi para ketua bidang yang merupakan wakil dari jenis media seperti media televisi (Mahendra Dewa Natha), media online (Carlos Kartika Yudha Pa’ath), media radio (Farid Kusuma), wartawan foto (Johan O Tallo), media cetak (Erwin Syahputra Siregar), dan perwakilan wartawan senior (Syafril Amir).

Gobel mengakui pers memiliki peran sebagai pengawas dan melakukan kritik. "Berita negatif memang diperlukan, apalagi biasanya disukai pembaca. Namun semangatnya tetap untuk membangun optimisme dan persatuan bangsa," katanya.

Menurutnya, kekompakan itu penting agar energi bangsa bisa lebih optimal untuk membawa kemajuan. "Hal itu juga bisa mendatangkan investasi," katanya.


Baca juga: LaNyalla Jadi Sosok Capres Idola 2024, Ini Biografinya


Lebih lanjut Gobel menyampaikan, setelah dihantam pandemi covid-19, dunia menghadapi perang Rusia-Ukraina dan makin memanasnya hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat. Semua itu, katanya, memiliki dampak besar terhadap ekonomi, politik, dan keamanan global. "Kita bisa lihat dampaknya pada kondisi di Inggris," ujarnya.

Ia juga mengingatkan tentang perputaran roda ekonomi dunia dalam sejarah umat manusia. Bermula dari Tiongkok, lalu ke India, selanjutnya ke Eropa, hingga kemudian ke Amerika Serikat, lalu Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

"Di Asia Tenggara ada Singapura dan Malaysia. Setelah Tiongkok masuk WTO, kini Tiongkok menguat lagi seperti dahulu, dan kemudian ke India lagi. Bahkan keturunan India bisa menjadi perdana menteri di Inggris serta memimpin perusahaan-perusahaan IT dunia. Di Asia Tenggara muncul Vietnam," katanya.

"Melihat siklus itu, apakah Indonesia hanya akan kecipratan saja seperti dulu? Tentu kita tak ingin seperti itu. Kita beruntung memiliki pemimpin Pak Jokowi yang memiliki sikap dan bisa mengeksekusi program dan kebijakan. Apalagi kini Indonesia memimpin G-20. Jadi momentum ini jangan sampai lepas."

Ia menambahkan, sebagai sebuah generasi, kita tidak ingin mewariskan masalah ke anak cucu kita. "Kita harus bersatu," tandas Gobel. (RO/OL-16)

Baca Juga

DOK MI

KPU Wajib Cermati Hal Teknis

👤Putra Ananda 🕔Jumat 02 Desember 2022, 22:45 WIB
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) diminta mencermati hal teknis terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2024...
MI/Susanto

Kejagung Periksa Pejabat Pemkab Serang Usut Rasuah Waskita Beton

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:12 WIB
Salah satu pejabat yang diperiksa berinisial TEMS selaku Sekretaris Daerah Pemkab Serang. Dua saksi lainnya berinisial HS dan...
dok.ist

Eros Djarot: Perintah Jokowi Berantas Mafia Tanah Tegas dan Jelas Kok

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 21:05 WIB
KETUA Gerakan Bhinneka Nasionalis, Eros Djarot menilai Presiden Jokowi dipermalukan oleh komplotan mafia tanah.Sebab perintah presiden...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya