Rabu 10 Agustus 2022, 06:31 WIB

Kabareskrim Kecam Kuasa Hukum yang Klaim Berhasil Buat Bharada E Mengaku

Basuki Eka Purnama | Politik dan Hukum
Kabareskrim Kecam Kuasa Hukum yang Klaim Berhasil Buat Bharada E Mengaku

ANTARA/M Risyal Hidayat
Ajudan Irjen Ferdy Sambo, Bharada E (kiri).

 

KEPALA Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut pengakuan yang dibuat Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E terkait kasus penembakan Brigadir J adalah berkat kegigihan penyidik dalam melakukan pemeriksaan.

"Bukan karena pengacara itu, dia (Bharada E) mengaku, tapi karena apa yang dilakukan penyidik, apa yang dilakukan tim khusus," tegas Komjen Agus usai konferensi pers pengungkapan kasus penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8) malam.

Pernyataan Kabareskrim itu membantah pengakuan pengacara Bharada E, yang mengaku telah berhasil membuat ajudan Irjen Ferdy Sambo itu mengungkap semua kejadian yang terjadi di tempat kejadian perkara (TKP) Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baca juga: Ini Alasan Bharada E Tembak Brigadir J Pakai Senjata Brigadir RR

"Kepada penyidik, dia (Bharada E) akhirnya menyampaikan secara detail tentang kejadian itu," kata jenderal bintang tiga itu.

Sebelumnya, kata Agus, Bharada E didampingi pengacara yang ditunjuk oleh pengacara keluarga Ferdy Sambo, yang pada akhirnya mengundurkan diri. 

Kemudian, karena akan ada penetapan status sebagai tersangka, maka pada saat pemeriksaan Bharada E harus didampingi pengacara.

"Maka pada saat dilakukan pemeriksaan, Bharada E harus kami siapkan pengacaranya," ujar Agus.

Menurut Agus tidak adil jika pengacara baru menyampaikan ke publik bahwa dirinya yang membuat Bharada E mengungkapkan semua peristiwa di TKP Duren Tiga.

Penyidik, ujar Agus, melakukan upaya pendekatan untuk membuat Bharada E mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi, dengan cara mendatangkan kedua orangtuanya.

"Upaya ini dalam rangka membuat dia tergugah, bahwa ancaman (hukumannya) cukup berat, jadi jangan tanggung sendiri. Sehingga dia (Bharada E) secara sadar membuat pengakuan. Jadi jangan tiba-tiba orang ditunjuk sebagai pengacara untuk mendampingi pemeriksaan terus dia ngoceh di luar seolah-olah pekerjaan dia, itu kan enggak fair," kecam Agus.

Sebelumnya, Bharada E didampingi pengacara Andreas Nihot Silitonga, namun pada Sabtu (6/8) pengacara tersebut menyatakan mundur. Kemudian, pengacara Bharada E digantikan oleh Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin.

Deolipa Yumara membuat pernyataan bahwa Bharada E diperintah oleh atasannya untuk membunuh Brigadir J.

Ada empat tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J, yakni Bharada E, Bripka RR, Irjen Pol Ferdy Sambo, dan tersangka KM. Keempat tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau hukuman mati, atau paling lama 20 tahun. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/DEPI GUNAWAN

Koalisi Partai Jelang Pilpres 2024 Dinilai Rentan Goyah

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 23:20 WIB
Politikus Partai Gelora Haris Yuliana melihat koalisi yang terbentuk tidak memiliki irisan ideologi yang...
Dok Pemprov Jateng

Akademisi Nilai Tepat Keputusan PSI Usung Ganjar Sebagai Penganti Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 23:07 WIB
Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie mengatakan duet Ganjar- Yenny sangat cocok untuk...
ANTARA/M Risyal Hidayat

Febri Diansyah Ajak Semua Pihak Kawal Sidang Ferdy Sambo

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 23:02 WIB
Mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengatakan akan berpegang teguh pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya