Selasa 24 Mei 2022, 19:05 WIB

UU P3 Rampung, DPR Tunggu Surpres Revisi UU Ciptaker

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
UU P3 Rampung, DPR Tunggu Surpres Revisi UU Ciptaker

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Ketua DPR Puan Maharani

 

KETUA DPR RI Puan Maharani mengatakan DPR menunggu surat presiden soal UU Cipta Kerja pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
 
"Ya kita akan tunggu surat presiden (surpres) dari presiden. Kemudian sesuai dengan mekanisme di DPR akan kita teruskan untuk dilaksanakan sesuai dengan mekanismenya," kata Puan di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, hari ini.
 
DPR RI telah mengesahkan Revisi Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (UU P3).

Puan Maharani memastikan pengesahan UU P3 untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker). Puan memastikan DPR segera memulai pembahasan revisi UU Cipta Kerja.
 
Ia mengatakan revisi UU P3 dilakukan karena pada UU Nomor 12/2011 yang merupakan pedoman penyusunan peraturan perundang-undangan belum mengatur mengenai metode Omnibus Law.
 
"Tadi disampaikan pandangan dari pemerintah yang menyatakan bahwa ke depan bagaimana pembahasan UU PPP ini bisa langsung dilaksanakan dengan menghormati keputusan MK sehingga nanti pelaksanaannya agar bisa berjalan dengan baik di lapangan dan sesuai aturan yang ada," ucapnya.

Baca juga: Revisi UU Peraturan Perundang-undangan Memuat 19 Poin Perubahan

Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) dalam salah satu amar putusan uji formil UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja menyatakan untuk menangguhkan segala tindakan/kebijakan yang bersifat strategis, berdampak luas, dan tidak dibenarkan menerbitkan peraturan pelaksana baru yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
 
Amar putusan tersebut, kata Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) Prof Maria SW Sumardjono, merupakan amar putusan butir 7 Putusan MK No. 91/PUU-XVIII/2020 yang diucapkan pada 25 November 2021.

Waktu dua tahun yang diberikan MK relatif singkat. Oleh sebab itu, pemerintah perlu segera merancang perbaikan UU tentang P3 dan perbaikan substansi UU Cipta Kerja dengan melibatkan publik dalam seluruh tahapan dan prosesnya.
 
Publik yang dimaksud adalah kelompok dan masyarakat yang terdampak aturan UU Cipta Kerja serta kelompok masyarakat yang punya perhatian terhadap UU yang tengah dirancang.
 
Jadi, katanya, partisipasi publik mesti memenuhi tiga syarat, yaitu hak publik untuk didengarkan, dipertimbangkan, dan diberi penjelasan/jawaban.(Ant/OL-4)

Baca Juga

MI/Arya Manggala

PDI-P Belum Pikirkan Pengganti Tjahjo Kumolo

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 12:17 WIB
DPP PDI Perjuangan belum memikirkan nama pengganti untuk menjadi calon pengganti Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, yang meninggal dunia pada...
MI/Susanto

Mahfud MD: Presiden Kantongi Nama Untuk Jabatan Menpan RB

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 12:12 WIB
Mahfud MD, yang kini menjabat sebagai Menpan RB ad interim, berpendapat bahwa Presiden memiliki perangkat penilaian lengkap untuk memilih...
Antara

Airlangga: Belum Ada Pembahasan Menteri PAN-RB

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 04 Juli 2022, 12:09 WIB
Pemerintah masih dalam suasana berduka dan masih menunggu waktu yang tepat untuk mulai mendiskusikan hal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya