Kamis 21 April 2022, 15:02 WIB

Survei SMRC: Pemilih Berorientasi Politik Kebangsaan, bukan Politik Islam

Mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Survei SMRC: Pemilih Berorientasi Politik Kebangsaan, bukan Politik Islam

MI/Sumaryanto Bronto.
Saiful Mujani.

 

PEMILIH umumnya memiliki orientasi politik kebangsaan, bukan politik Islam. Demikian temuan survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Temuan ini dipresentasikan oleh pendiri SMRC, Prof. Saiful Mujani, pada program Bedah Politik episode Prabowo-Puan vs Ganjar-Airlangga atau Anies-AHY? yang tayang di kanal Youtube SMRC TV pada Kamis 21 April 2022.

Dalam presentasinya, Saiful menjelaskan bahwa dalam skala 0-10--semakin mendekati 0 makin berorientasi politik kebangsaan dan 10 makin berorientasi politik Islam--pemilih Indonesia memberikan skor pada diri mereka 4,62. Ini menandakan bahwa warga secara umum berorentasi politik kebangsaan. "Secara nasional, pemilih Indonesia, dalam spektrum Islam dan nasionalis, cenderung ke nasionalis," kata Saiful.
 
Pada survei ini, pemilih Indonesia juga memberikan penilaian besar orientasi politik kebangsaan atau politik Islam partai-partai politik. Menurut pemilih, yang paling berorientasi kebangsaan ialah PDIP dan yang paling berientasi politik Islam ialah PKS. Partai-partai lain ada di antara keduanya. 

Saiful melanjutkan bahwa yang dinilai cenderung lebih Islam yaitu PKS, PPP, dan PKB. Yang nasionalis ialah PDIP, Golkar, Nasdem, Demokrat, Gerindra. PAN cenderung di tengah. "Masyarakat punya cukup pengetahuan yang akurat tentang partai-partai ini," kata Saiful.

Baca juga: Demonstran Mulai Padati Depan Gedung Parlemen

Menurut Saiful, kecenderungan identifikasi ideologi diri pemilih ini menjelaskan alasan partai-partai politik yang berorientasi kebangsaan dominan dalam politik elektoral Indonesia yaitu PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, dan Demokrat. PKS dan PPP yang dinilai paling Islam serta PKB dan PAN yang berbasis ormas Islam cenderung tidak mendapat dukungan pemilih mayoritas.

Survei itu dilakukan kepada 1.220 responden yang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling terhadap keseluruhan populasi atau warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, yakni mereka yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1027 atau 84%. Sebanyak 1.027 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,12% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Wawancara tatap muka dilakukan pada 13-20 Maret 2022. (RO/OL-14)

Baca Juga

Ilustrasi

Kebutuhan Hakim Agung Belum Terpenuhi, KY Harus Seleksi Kembali

👤Indriyani Astuti 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:57 WIB
Menurutnya, apabila MA masih dapat menangani beban perkara akibat posisi hakim agung yang belum terisi, tidak...
Antara

900 Hari Masuki Buron, KPK Akui Sudah Maksimal Mencari

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:53 WIB
Harun menjadi buronan setelah menghilang usai ditetapkan menjadi tersangka pada 9 Januari...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Soroti Mahalnya Biaya Politik, KPK: Jadi Gubernur Rp100 Miliar

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:28 WIB
Alex mengatakan biaya yang besar itu memberatkan para calon. Apalagi, proses kampanye tidak ada yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya