Senin 18 April 2022, 10:49 WIB

Presiden: Ciptakan Regulasi untuk Tangani Kejahatan Ekonomi

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
Presiden: Ciptakan Regulasi untuk Tangani Kejahatan Ekonomi

Dok. Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan seluruh kementerian/lembaga terkait lainnya, segera menciptakan regulasi-regulasi yang mampu mengatasi beragam kejahatan ekonomi.

Aturan-aturan lama, menurutnya, sudah tidak bisa sepenuhnya diandalkan. Pasalnya tindak pidana terutama yang memanfaatkan teknologi semakin rumit dan canggih.

"Kita perlu terus-menerus melakukan terobosan. Kita secepatnya melakukan transformasi digital yang mengadopsi regulatory technology, menemukan terobosan hukum atas berbagai permasalahan-permasalahan yang fundamental," ujar Jokowi dalam Peringatan 20 Tahun Gerakan Anti-Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/4).

Selain itu, PPATK juga diminta untuk meningkatkan kualitas pelayanan digital dengan menghadirkan platform-platform baru yang mudah diakses para pemangku kepentingan dan juga masyarakat secara luas.

"Kembangkan pusat pelayanan digital yang lengkap, terintegrasi dan real time, yang mampu melayani para pemangku kepentingan dengan cepat, mudah, tepat dan akurat," tutur mantan wali kota Solo itu.

Baca juga: Komisi II DPR Targetkan Tiga RUU DOB Papua Selesai Sebelum Juni 2022

Dengan semua upaya tersebut, PPATK dan seluruh kementerian/lembaga terkait diharapkan bisa bergerak lebih cepat dalam menangani modus-modus baru tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme yang telah melewati batas-batas negara serta telah menjadi kejahatan internasional.

Segala antisipasi harus dapat dilakukan sedini mungkin di berbagai tingkatan demi mencegah upaya-upaya yang berpotensi mengganggu integritas dan stabilitas sistem perekonomian dan sistem keuangan di Tanah Air.

"Tidak ada alasan untuk tidak bergerak cepat. PPATK sebagai vocal point dan financial intelligence unit harus jeli dan mampu bergerak cepat. Semua harus bisa mengantisipasi cybercrime dan kejahatan-kejahatan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi," tandasnya. (P-5)

Baca Juga

dok.PPP

Mardiono: PPP Belum Tentukan Rekomendasi Capres-Cawapres, Ada Mekanismenya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 07:43 WIB
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menegaskan bahwa rekomendasi Capres dan Cawapres 2024 memiliki mekanisme...
 ANTARA FOTO/Indrayadi

KPK Belum Dapatkan Informasi Sahih Terkait Kondisi Kesehatan Lukas Enembe

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 00:57 WIB
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sampai saat ini belum mendapatkan informasi yang sahih soal kondisi kesehatan Gubernur Papua...
MI/Susanto

CSIS Rilis Survei Milenial dan Gen Z Unggulkan Ganjar Pranowo

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 September 2022, 00:05 WIB
Lembaga survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) telah merilis hasil survei di mana pemilih milenial dan generasi Z...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya