Jumat 01 April 2022, 14:56 WIB

Polisi Periksa Ayah dan Ibu Indra Kenz

Mediaindonesia | Politik dan Hukum
Polisi Periksa Ayah dan Ibu Indra Kenz

MI/ANDRI WIDIYANTO
Tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz (tengah)

 

PENYIDIK Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa orang tua Indra Kenz, tersangka kasus dugaan penipuan investasi berkedok trading Binary Option Binomo.

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol. Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa penyidik pada hari Rabu (30/3) memeriksa ayah Indra Kenz berinisial LHS.

"LHS diperiksa terkait dengan aliran dana dari IK," kata Gatot dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, hari ini.

Dijelaskan pula bahwa LHS diperiksa selama 3,5 jam, yakni dari pukul 15.00 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB. Penyidik meminta keterangan dengan memberikan 17 pertanyaan.

Ini merupakan yang kedua kalinya LHS diperiksa sebagai saksi. LHS sebelumnya juga pernah diperiksa oleh penyidik pada hari Kamis (24/3) terkait dengan kapasitasnya sebagai direktur kursus trading di Medan.

Pada pemeriksaan pertama, LHS diperiksa selama hampir 7 jam, yakni dari pukul 10.30 WIB sampai dengan 17.30 WIB. Ia dimintai keterangan sebanyak 18 pertanyaan.

Baca juga: Kapten Vincent Dilaporkan ke Polisi Terkait Investasi Bodong Oxtrade

"Mungkin ada tambahan (pertanyaan) yang diperlukan penyidik, bisa saja dipanggil dua kali," ujar Gatot.

Selain ayah Indra Kenz, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap S, ibu dari crazy rich Medan.

"Untuk S dijadwalkan akan dilakukan pemeriksaan di Bareskrim pada hari Jumat (1/4)," kata Gatot.

Dalam perkara ini, penyidik telah menetapkan Indra Kenz sebagai tersangka dugaan tindak pidana penipuan berkedok investasi melalui aplikasi Binary Option Binomo.

Indra Kenz selaku afiliator yang mempromosikan Binary Option Binomo sebagai aplikasi trading yang ternyata adalah aplikasi judi daring.

Dia dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara.

Selain itu, Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman 20 tahun penjara dan maksimal Rp10 miliar dan Pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara 4 tahun.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Ist/DPR

DPR: Survei dan Hitung Cepat saat Pemilu Perlu Ditertibkan

👤mediaindonesia.comm 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:28 WIB
Jajak pendapat memang merupakan sebuah keniscayaan, namun sayangnya terkesan survei ini menjadi persoalan di tengah-tengah kehidupan...
BPMI Setpres

Tingkat Kepuasan Jokowi Naik, Pengamat: Kebijakan BLT BBM Diapresiasi Masyarakat

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:27 WIB
Pemberian BLT BBM sebagai kebijakan yang diambil pemerintah pascapenyesuaian harga BBM ternyata cukup diapresiasi oleh...
 MI/RAMDANI

Janji Anies, Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi dan Beri Perubahan

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Senin 03 Oktober 2022, 14:20 WIB
Anies menyampaikan keberlanjutan merupakan sebuah keniscayaan dalam roda pemerintahan. Harus ada keberlangsungan pembangunan antar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya