Kamis 24 Maret 2022, 17:41 WIB

Fakarich Diduga Guru Indra Kenz Mangkir dari Panggilan Polri

Siti Yona Hukmana | Politik dan Hukum
Fakarich Diduga Guru Indra Kenz Mangkir dari Panggilan Polri

Medcom.id.
Ilustrasi.

 

FAKAR Suhartami Pratama alias Fakarich, guru tersangka Indra Kesuma alias Indra Kenz di kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo, mangkir dari agenda pemanggilan Bareskrim Polri. Fakarich sedianya diperiksa Senin 21 Maret 2022.

"Yang bersangkutan tidak datang Senin kemarin," kata Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Kombes Chandra Sukma Kumara saat dikonfirmasi, Kamis 24 Maret 2022.

Chandra mengatakan Fakarich tidak memberitahukan alasan tidak bisa memenuhi undangan pemeriksaan sebagai saksi tersebut. Chandra memastikan pihaknya akan memanggil ulang. "Akan kami panggil lagi," ungkap Chandra.

Sebelumnya, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan Indra Kenz menghilangkan barang bukti, seperti ponsel dan laptop serta memindahkan uang ke rekening lain sebelum disita polisi. Dia menduga Indra Kenz diajari seseorang untuk menghilangkan barang bukti tersebut.

Fakarich dipanggil untuk mendalami sosok yang mengajari Indra Kenz menghilangkan barang bukti. "Informasinya Fakar, tetapi belum datang," ujar Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan saat dikonfirmasi, Kamis 17 Maret 2022.

Whisnu tak ingin terburu-buru menyimpulkan Fakarich sosok yang mengajari Indra Kenz menghilangkan barang bukti. Namun, dia baru menduga.

Baca juga: Indra Kenz Beli Tesla dari Rudi Salim Seharga Rp1,35 M

"Mungkin ya. Kami tidak bisa menyimpulkan secara langsung ya," tuturnya.

Indra Kenz ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Binomo dan ditahan pada Jumat 25 Februari 2022. Indra Kenz mempromosikan trading Binomo yang diduga kuat investasi bodong dan judi online.

Indra dijerat Pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 45 ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 UU ITE, Pasal 3, 5, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara. (OL-14)

Baca Juga

MI/RAMDANI

Anies Dideklarasikan sebagai Capres, SKI: Peta Politik Makin Jelas

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 08:10 WIB
SKI organisasi masyarakat pendukung Anies Baswedan, menyatakan mendukung penuh deklarasi yang dilakukan oleh kedua entitas bangsa...
Antara

Kapolri Naikkan Pangkat Anggota yang Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:44 WIB
Dua anggota kepolisian yang tewas, yakni Briptu Fajar Yoyok Pujiono dan Brigadir Andik Purwanto, juga telah dimakamkan secara...
ANTARA

Polisi Naikkan Status Tragedi Kanjuruhan ke Penyidikan

👤 Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 03 Oktober 2022, 22:38 WIB
Keputusan menaikkan status menjadi penyidikan tersebut dilakukan setelah tim melakukan gelar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya