Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mendapat oleh-oleh berupa tiga ton buah jeruk dari warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
"Tadi di dalam kami mengantarkan oleh-oleh ini, mudah-mudahan dan kami harapkan Bapak Presiden kita memperhatikan kami masyarakat Desa Liang Melas yang jumlahnya enam desa ditambah tiga dusun. Jadi kami harapkan benar bantuan Bapak itu agar desa kami bisa ada perubahan dari dulunya menjadi agak lebih baik," kata salah satu warga Liang Melas Datas di lingkungan istana kepresidenan Jakarta, Senin.
Setia Sembiring bersama lima orang rekannya datang langsung menemui Presiden Jokowi dan berharap mendapatkan perhatian dari Presiden Jokowi terkait kondisi jalan yang rusak di daerahnya.
Menurut Setia, jalan yang rusak tersebut juga berdampak pada warga di enam desa dan tiga dusun di Liang Melas Datas.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan bahwa jalan rusak di Liang Melas Datas akan segera diperbaiki.
Presiden sendiri telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan perbaikan jalan tersebut dan telah ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung di lapangan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Direktorat Jenderal Bina Marga pada Minggu, 5 Desember 2021.
"Saya sudah dengar semua kok, jadi tidak usah diceritakan saya sudah dengar. Hari Sabtu sudah saya perintah ke Menteri PU, kemarin (5/12) sudah sampai sana. Tadi pagi katanya sudah mulai melihat lapangan, sudah mengukur, nanti sebentar lagi dikerjakan," kata Presiden.
Setelah menerima jeruk yang dibawa perwakilan warga tersebut, Presiden Jokowi memberikan bantuan tunai untuk para petani warga Liang Melas Datas.
Presiden Jokowi juga mengatakan dirinya berencana untuk mengunjungi desa tersebut apabila jalannya telah selesai dikerjakan.
"Nanti sampaikan ke petani, oleh-oleh sudah saya terima, ini gantinya. Nanti sampaikan. Ini jalannya langsung dikerjakan. Nanti kalau jalannya jadi, saya ke sana. Sampaikan, biar dikerjakan dulu, nanti (jalannya) jadi saya baru ke sana," tambah Presiden.
Setia Sembiring mengatakan bahwa ia dan masyarakat Liang Melas Datas ingin agar Presiden Jokowi juga merasakan jeruk manis yang dibawanya.
Baca juga: 73 Persen Warga Sikka Sudah Divaksin Covid-19
"Lantaran jeruk kita manis, kita ingin biar itu bisa dititipi Bapak Presiden, lain itu tidak ada. Dia (Presiden Jokowi) bisa membantu masyarakat Desa Liang Melas agar jalan-jalan kami bisa dikerjakan dengan bagus," ungkap Setia.
Selain perbaikan jalan, Setia mengaku juga berharap ada perbaikan untuk rumah, sekolah, rumah sakit dan fasilitas lainnya.
"Begitulah harapan-harapan kami, kalau jalannya kurang bagus semuanya tidak bisa dilaksanakan, jalan harus bagus agar maksud yang lain bisa dilaksanakan," tambah Setia.
Setia menyebut ada 6 desa dan 3 dusun yang dilalui jalan sepanjang 36 kilometer tersebut yaitu Desa Suka Julu, Desa Kutambaru, Desa Batu Mamak, Desa Pola Tebu, Desa Kutambelin dan Desa Kuta Pengkih ditambah Dusun Barisan, Dusun Kuta Kendit dan Dusun Cerumbu.
"Yang bagus paling 5 kilometer, itu pun sudah rusak, apalagi barangnya jeruk itu, kalau dua atau tiga hari tidak sampai di kecamatan atau kabupaten, sudah bisa dibuang sia-sia, makanya di sana harga jeruk murah, Rp5 ribu per kilogram," ungkap Setia.
Baca juga: Keterbatasan tak Halangi Trimah dan Hermanto Terus Membatik
Sementara Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan, sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa jalan merupakan tulang punggung atau “backbone” dalam peningkatan produktivitas kawasan.
"Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan konektivitas untuk menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar (offtaker) hasil-hasil komoditas tersebut," kata Endra.
Pemerintah pusat akan bekerja sama dan memberikan dukungan penuh penanganan jalan bagi pemerintah daerah setempat dalam koridor peraturan yang berlaku.
Dukungan tersebut dilakukan Kementerian PUPR karena ruas jalan dinilai sangat penting bagi masyarakat, sehingga nanti pemerintah daerah bisa melanjutkan pemeliharaan jalan tersebut.
Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan dengan perwakilan masyarakat Liang Melas Datas yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno. (Ant/OL-4)
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
TIM Hukum DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan telah mendapat informasi bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto sudah ditarget agar masuk penjara
Studi terbaru dari Harvard Medical School menemukan bahwa mengonsumsi jeruk setiap hari dapat membantu menjaga suasana hati dan menurunkan risiko depresi hingga 20%.
Kulit jeruk kaya akan serat pektin yang bermanfaat. Pektin adalah jenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Alit Astiari menambahkan bahwa selama ini banyak petani jeruk di Desa Belantih menghadapi masalah dalam hal kualitas buah dan produktivitas.
Anda dapat menemukan vitamin B dalam makanan yang tidak diolah seperti daging, telur, sayuran berdaun hijau (misalnya, kangkung, bayam, selada romaine), buah jeruk, dan banyak lagi.
Sinar Mas Land memberikan pelatihan melalui program Kemitraan Pertanian Lokal bagi petani setempat di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
CAP Go Meh adalah perayaan yang menghiasi kalender Tionghoa, perayaan ini tak hanya tentang ritual dan keseruan tetapi juga kekeluargaan dan makanan yang menghiasi indera penciuman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved