Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
CAP Go Meh adalah perayaan yang menghiasi kalender Tionghoa, perayaan ini tak hanya tentang ritual dan keseruan tetapi juga kekeluargaan dan makanan yang menghiasi indera penciuman. Untuk itu, dalam setiap sentuhan perayaan ini, terdapat aroma dan rasa khas dari makanan-makanan tradisional yang mengundang selera.
Setiap tahun, pada hari ke-15 setelah pergantian tahun, masyarakat Tionghoa memperingati Cap Go Meh. Pada tahun ini, Cap Go Meh jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.
Dalam rangkaian perayaan yang kaya dengan warna dan kehidupan, makanan menjadi salah satu elemen tak terpisahkan. Dari lontong hingga wedang ronde, hidangan-hidangan khas Cap Go Meh mewarnai meja makan yang mengundang selera.
Baca juga : Cap Go Meh Berbalut Budaya Indonesia
Dalam keberagaman kuliner Indonesia, Cap Go Meh memperkaya palet rasa dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan dalam perayaan warisan budaya yang kaya akan makna dan cita rasa.
1. Lontong Cap Go Meh
Kebersamaan keluarga semakin meriah dengan kehadiran hidangan lontong Cap Go Meh. Makanan ini menjadi simbol akulturasi antara budaya China dan Jawa. Seperti halnya ketupat dan opor ayam pada Hari Raya Lebaran, lontong Cap Go Meh disajikan bersama beragam lauk pendamping seperti opor, sayur lodeh, telur pindang, dan variasi lainnya yang melengkapi hidangan tersebut.
Baca juga : Melalui Restoran Gopek, Sarirasa Group Sajikan Kuliner Khas Peranakan

2. Kue keranjang
Tak hanya saat merayakan Cap Go Meh, kue keranjang hadir sepanjang perayaan Tahun Baru China. Di kawasan Pecinan, toko-toko dipenuhi dengan kue tersebut.
Baca juga : Tunjukan Toleransi, Bupati Tabanan Dukung Festival Imlek dan Cap Go Meh
Berbentuk bulat dan terbuat dari tepung ketan serta gula, kue keranjang memiliki rasa manis dan gurih, dengan tekstur kenyal dan lengket yang khas.
Bentuk bulatnya melambangkan kesatuan dan keharmonisan keluarga dalam menghadapi masa depan. Meskipun biasanya disajikan tujuh hari sebelum Imlek, kue ini seringkali disajikan sebagai sesaji dan tidak dimakan hingga Cap Go Meh.
Di China, kue ini dikenal sebagai nian gao dan diyakini dapat menyenangkan Dewa Tungku untuk membawa kabar baik ke surga.
Baca juga : Kirab Barongsai dan Liong Meriahkan Cap Go Meh di Denpasar

3. Onde-onde
Onde-onde, camilan bulat kecil yang kenyal dan garing, menjadi salah satu kuliner khas yang tak terpisahkan dari perayaan Cap Go Meh.
Baca juga : Ribuan Warga Padang Tumpah Ruah Saksikan Festival Cap Go Meh
Bagi masyarakat Tionghoa, menyantap onde-onde saat Cap Go Meh terasa seperti reuni keluarga yang menyenangkan.
Terbuat dari tepung terigu atau tepung ketan yang digoreng, onde-onde memiliki adonan yang garing di luar dan dibubuhi biji wijen di dalamnya.
Bentuk bulat dan kekuningan dari onde-onde melambangkan simbol keberuntungan dan menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Baca juga : Gelaran Cap Go Meh di Jakbar Momentum Perekat Persatuan
Dengan berbagai makna dan cita rasa yang khas, onde-onde menjadi salah satu kuliner khas yang meriah dalam perayaan Cap Go Meh di Indonesia.

4. Wedang Ronde
Baca juga : Ratusan Tatung Ramaikan Perayaan Cap Go Meh di Singkawang
Salah satu makanan khas yang tak kalah populer saat perayaan Cap Go Meh adalah wedang ronde, atau dikenal sebagai Yuan Ziao dalam bahasa Mandarin.
Terdiri dari bola-bola yang terbuat dari beras ketan, wedang ronde ini disajikan bersama kuah gula dan rempah-rempah, mirip dengan wedang ronde pada umumnya.
Bagi masyarakat Tionghoa, wedang ronde yang khas saat perayaan Cap Go Meh dianggap sebagai minuman para dewa. Wedang ronde ini memiliki tiga unsur warna yang simbolis, hijau melambangkan harapan, merah membawa keberuntungan, dan putih menjadi lambang kesejahteraan dan persatuan.
Baca juga : Festival Cap Go Meh Siap Digelar di Pontianak
Dengan makna dan cita rasa yang khas, wedang ronde menjadi salah satu hidangan yang dinantikan dalam perayaan Cap Go Meh.

5. Jeruk
Baca juga : Kapan Cap Go Meh 2023, Ini Kumpulan Ucapan Selamatnya
Jeruk merupakan simbol kemakmuran yang selalu hadir dalam perayaan Imlek dan Cap Go Meh bagi masyarakat Tionghoa. Warna oranye pada jeruk mandarin dianggap sebagai lambang emas, melambangkan keberuntungan dan energi positif. Bentuk bulatnya juga menjadi simbol kesempurnaan dalam budaya Tionghoa.
Tradisi melempar jeruk ke laut yang berasal dari China Selatan sejak abad ke-19 masih dilestarikan hingga kini. Wanita yang melakukan tradisi ini pada perayaan Cap Go Meh diyakini akan segera mendapatkan jodoh.
Di Penang dan sekitar Desa Klang, tradisi ini masih dilakukan dengan menuliskan nama dan nomor kontak pada jeruk sebelum dilemparkan ke sungai atau laut.
Baca juga : Kurangi Kebiasaan Ngemil Bisa Cegah Obesitas
Para pria di sekitar berharap untuk mendapatkan jeruk tersebut dengan harapan mendapatkan jodoh.

Nah, itulah kuliner khas yang menghiasi perayaan Cap Go Meh di rumah-rumah yang merayakan. Tentu saja, dari semua hidangan yang menghiasi perayaan Cap Go Meh, adakah yang menjadi favoritmu? (Z-7)
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Jaga kesehatan si kecil dengan pilihan makanan yang tepat. Simak daftar makanan ampuh untuk mengendalikan gula darah anak secara alami dan lezat.
Pagelaran budaya ini dimulai 25 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026 ini mengusung tema “Warisan Budaya Kekuatan Bangsa”.
Once Mekel, menyinggung soal peran presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Komgzili.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa komunitas Tionghoa memiliki kontribusi nyata.
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
Pemenang diharapkan mampu membangkitkan kecintaan terhadap budaya Tionghoa sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
ACARA sembahyang Chao Du merupakan sebuah tradisi doa bersama yang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa untuk menghormati leluhur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved