Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Feng Shui Yulius Fang mengungkapkan pantangan-pantangan yang perlu dihindari oleh masyarakat keturunan Tionghoa saat merayakan Tahun Baru Imlek, agar tidak mendatangkan kesialan. Menurut Yulius, tradisi ini sudah diterapkan turun temurun, dan meskipun tidak tertulis, aturan-aturan tersebut menjadi panduan penting dalam menyambut Imlek.
"Ini sebenarnya bukan disebut sebagai mitos, tetapi sebagai tradisi budaya Tionghoa di masa Imlek. Tradisi ini sudah dilaksanakan dari generasi ke generasi selanjutnya, sehingga menjadi aturan tidak tertulis yang sebaiknya dipatuhi," kata Yulius dikutip Antara, Selasa (28/1).
Pada umumnya, masyarakat Tionghoa ingin memulai tahun baru dengan hal-hal yang positif. Oleh karena itu, mereka menghindari segala sesuatu yang berpotensi mendatangkan keburukan atau ketidakberuntungan.
"Idealnya masyarakat ingin memulai tahun dengan hal yang bagus untuk keberuntungan sepanjang tahun. Jadi, semua diusahakan bagus, indah. Makanan minuman pun harus terasa manis dan lezat," katanya.
Menurutnya, mematuhi tradisi leluhur merupakan salah satu cara mengawali tahun baru dengan baik agar terhindar dari keburukan.
Berikut adalah 6 pantangan yang sebaiknya dihindari saat merayakan Tahun Baru Imlek menurut tradisi masyarakat Tionghoa:
Menyapu pada malam atau pagi hari Tahun Baru Imlek dipercaya bisa "menyapu" keberuntungan yang datang. Dewa kemakmuran dikatakan akan mengunjungi rumah pada malam sebelum Imlek, memberikan berkah. Karena itu, menyapu kotoran keluar rumah pada hari tersebut dianggap bisa mengusir keberuntungan. Sebaiknya, pembersihan rumah dilakukan setelah hari perayaan Imlek.
Pada hari perayaan Imlek, memotong atau mencuci rambut serta kuku dianggap dapat membuang keberuntungan yang sudah diterima. Sebaiknya, kegiatan ini dilakukan satu hari sebelum atau setelah Imlek untuk menjaga agar keberuntungan tetap berlangsung.
Perayaan Imlek adalah waktu untuk berbicara tentang hal-hal positif. Pembicaraan yang buruk atau negatif dianggap bisa mendatangkan ketidakberuntungan. Oleh karena itu, menghindari gosip atau perkataan yang tidak baik selama perayaan ini dianggap penting untuk memastikan datangnya keberuntungan sepanjang tahun.
Konflik dan pertengkaran selama perayaan Imlek dianggap bisa menghilangkan keberuntungan. Dalam tradisi Tionghoa, emosi yang negatif diibaratkan seperti api kecil yang dapat membakar seluruh hutan. Untuk itu, dianjurkan untuk menjaga hubungan baik, bersabar, dan menghindari masalah kecil yang bisa memperburuk suasana.
Bubur, yang seringkali dikaitkan dengan orang yang sakit, sebaiknya dihindari saat perayaan Imlek. Sebagai gantinya, masyarakat Tionghoa lebih memilih hidangan lain yang dianggap membawa keberuntungan dan kebaikan sepanjang tahun.
Pada hari Imlek, mengonsumsi obat dianggap sebagai tanda seseorang sedang sakit. Namun, bagi mereka yang membutuhkan obat secara rutin, ini tidak menjadi masalah dan tetap boleh dilakukan. Hal ini lebih kepada menghindari kesan buruk yang muncul jika obat dimakan tanpa alasan medis yang jelas.
"Ada pula pantangan, tidak boleh makan obat pada hari Imlek, di mana itu menandakan sakit. Namun, bagi kami bila obat memang wajib dan rutin dimakan, hal ini tidak apa bila tetap dilakukan," kata Yulius.
Dengan mematuhi tradisi-tradisi ini, masyarakat Tionghoa percaya dapat memulai tahun baru dengan penuh harapan dan keberuntungan. Menghindari hal-hal yang dianggap membawa kesialan diyakini akan membuka jalan bagi keberhasilan di tahun yang baru. (Ant/P-5)
Perayaan Tahun Baru Imlek di ARYADUTA Bali tahun ini memiliki makna yang lebih dalam di balik kemewahan perayaan biasa.
Ledakan toko petasan di Xiangyang, Hubei, Tiongkok, tewaskan 12 orang di tengah perayaan Imlek. Insiden ini picu kembali debat larangan kembang api akibat isu keamanan.
PERAYAAN Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Tionghoa bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender lunar.
PERAYAAN Tahun Baru Imlek 2557/2026 di Provinsi Kepulauan Riau diproyeksikan menjadi salah satu magnet wisata budaya awal tahun.
Perayaan Imlek identik dengan tradisi makan bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan baik di tahun yang baru.
MENJELANG Imlek pada 17 Februari 2026 mendatang, pengurus Wihara Dharma Bakti di Kabupaten Sidoarjo melakukan kegiatan memandikan Rupang atau perwujudan patung para Dewa Dewi, Rabu (11/2).
PRODUSEN dodol khas tahun baru Imlek, di Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, masih menggunakan cara tradisional untuk memasak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved