Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGONSUMSI makanan yang meningkatkan fungsi otak bisa mendukung kinerja otak dalam jangka pendek dan jangka panjang. Otak adalah organ yang menggunakan sekitar 20% kalori tubuh, sehingga membutuhkan banyak bahan bakar yang baik untuk bisa bertahan sepanjang hari.
Misalnya makanan yang mengandung asam lemak omega 3, membangun dan memperbaiki sel-sel otak dan antioksidan mengurangi stres dan peradangan seluler. Hal ini juga berkaitan dengan penuaan otak dan gangguan neurodegeneratif, seperti penyakit Alzheimer.
Ada beberapa makanan yang berperan dalam menjaga kesehatan otak dan meningkatkan fungsi tertentu, seperti memori dan konsentrasi.
1. Ikan
Minyak ikan adalah sumber asam lemak omega-3 yang baik. Omega-3 membantu membangun membran di sekitar setiap sel dalam tubuh, termasuk sel-sel otak. Maka itu, kandungan ini bisa memperbaiki struktur sel-sel otak yang disebut neuron.
2. Cokelat Hitam
Cokelat hitam (dark chocolate) mengandung kakao, sedangkan kakao mengandung flavonoid sejeni antioksidan. Perlu diketahui, antioksidan penting untuk kesehatan otak, karena sangat rentan terhadap stres oksidatif. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan kognitif terkait usia dan penyakit otak.
Flavonoid juga baik untuk otak, ia bisa mendorong pertumbuhan neuron dan pembuluh darah di bagian otak yang terlibat dalam kinerja memori. Flavonoid juga bisa menstimulasi aliran darah di otak.
3. Buah Jenis Berry
Sama seperti cokelat hitam, banyak buah beri yang mengandung antioksidan flavonoid. Itulah sebabnya beri jadi makanan yang baik untuk otak. Antioksidan dalam buah beri membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.
Antioksidan dalam buah beri di antaranya anthocyanin, asam caffeic, catechin, dan quercetin.
Buah jenis beri yang kaya antioksidan yaitu stroberi, blackberry, blueberry, blackcurrant, dan murbei.
4. Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Mengonsumsi banyak kacang-kacangan dan biji-bijian baik untuk otak, karena makanan ini mengandung asam lemak omega-3 dan antioksidan. Asupan kacang dikaitkan dengan fungsi otak yang lebih baik di usia yang lebih tua.
Kacang-kacangan dan biji-bijian juga menjadi sumber yang kaya antioksidan vitamin E, yang melindungi sel dari stres oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas.
5. Alpukat
Selain sumber lemak tak jenuh yang sehat, buah alpukat bisa mendukung kesehatan otak. Mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal bisa mengurangi tekanan darah tinggi, terutama yang berkaitan dengan penurunan kognitif. Dengan mengurangi tekanan darah tinggi, lemak tak jenuh dalam alpukat bisa menurunkan risiko penurunan kognitif. (Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya
Lebih dari 70 studi menunjukkan puasa 8–24 jam tidak memengaruhi daya ingat, fokus, atau penalaran pada orang dewasa. Namun, efeknya berbeda pada anak dan remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved