Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu gangguan perkembangan yang kerap dialami anak-anak ialah ADHD. Kondisinya dapat dikenali dari tingkah laku anak yang hiperaktif, sulit fokus terhadap sesuatu, gelisah dan sering melakukan kecerobohan. Orangtua juga perlu mengenali jenis makanan yang disarankan untuk diberikan dan dibatasi untuk anak ADHD.
1. Telur
Sebagai sumber protein, telur bisa meningkatkan konsentrasi anak ADHD dan membantu efektivitas kerja obat ADHD yang dikonsumsinya menjadi lebih baik.
2. Buah dan sayuran
Buah dan sayuran merupakan kelompok makanan yang baik untuk anak ADHD. Sebab, makanan ini kaya akan karbohirdat kompleks sehingga membuat anak tidur nyenyak.
3. Susu
Kandungan Kalsium dalam susu dapat menjadi asupan mineral yang dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan, termasuk anak dengan ADHD.
4. Ikan
Ikan kaya akan asam lemak omega-3 yang penting bagi perkembangan otak anak. Kandungan ini juga mengurangi risiko perilaku hiperaktif dan meningkatkan kemampuan berkonsentrasi anak. Jenis ikan yang banyak mengandung asam lemak omega-3 ialah ikan kembung, sarden, dan salmon.
1. Permen
Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis membuat anak dengan ADHD mengalami sugar rush. Dikhawatirkan, anak akan lebih sulit untuk mengontrol perilakunya.
2. Makanan atau minuman yang mengandung tambahan pemanis
Ada banyak makanan dengan tambahan pemanis seperti minuman kaleng, minuman ringan dan sereal.
3. Makanan cepat saji
Makanan cepat saji selain tidak sehat, juga dipercaya bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan perilaku. Hal ini berkaitan dengan tingginya kandungan garam, gula, dan lemak di dalam makanan tersebut.
4. Kafein
Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein juga perlu dihindari oleh anak ADHD. (H-4)
Kegiatan ini dihadiri oleh 40 guru dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan guru dalam mendeteksi dini gejala ADHD pada peserta didik.
ANAK dengan kondisi ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) akan memiliki beberapa masalah dalam perilaku sehari-hari yang berisiko membuat mereka jadi korban perundungan.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved