Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
Ratusan tatung atau dukun Tionghoa yang kerasukan roh leluhur, Sabtu (4/2) pagi, melakukan ritual cuci jalan di dalam Kota Singkawang menyambut Cap Go Meh tanda berakhirnya tahun baru.
Tatung datang dari berbagai kelenteng di sekitar Kota Singkawang sejak pukul 06.00 WIB, baik berjalan kaki maupun menggunakan kendaraan truk dan pick up. Mereka menuju ke kelenteng Tri Dharma Bumi Raya yang berada di pusat Kota Singkawang.
Sebagian lainnya melakukan ritual di dalam kelenteng dan berkeliling di lingkungan tempat tinggalnya. Seperti yang dilakukan tatung dari Kelenteng Cetya Tho Fab, Jalan P Belitung, Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat.
Ritual cuci jalan dipercaya sebagian masyarakat Tionghoa untuk membersihkan kota setempat dari hal-hal buruk selama satu tahun ke depan pada tahun Imlek 2574. Cuci jalan dilakukan saat Cap Go Meh, festival ini menjadi penanda berakhirnya tahun baru atau penutup dari perayaan tahun baru Imlek.
Seorang warga Ng Tjhin Hin, mengaku terpukau dengan ritual para tatung tersebut. Warga asli Singkawang dan lama menetap di Jakarta ini, datang ke kota kelahirannya untuk menyaksikan momen langka dalam perayaan Cap Go Meh. "Saya sudah keliling di banyak tempat, Singkawang yang paling menarik karena ada ratusan tatung yang turun dalam Cap Go Meh," katanya.
Ratusan warga menyaksikan atraksi para tatung yang ditandu bersama arak-arakannya saat keliling kota setempat.
Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2023, beberapa waktu lalu menyatakan sebanyak 680 tatung sudah mendaftar untuk tampil dalam Festival Cap Go Meh di kota tersebut.
Wakil Ketua Umum Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan panitia pada 26-28 Januari 2023 juga membuka pendaftaran khusus bagi tatung dari luar Singkawang yang ingin tampil di Festival Cap Go Meh. "Sudah mewakili (cadangan) ada 35 tatung. Kami masih menunggu kelengkapan persyaratan dari mereka, yang sudah panitia jadwalkan dari tanggal 26-28 Januari, mengingat mereka ini adalah peserta dari luar Singkawang," katanya. (Ant/OL-12)
Tradisi munggahan merupakan strategi sosial untuk memperkuat solidaritas, memperbarui relasi, dan menjaga identitas budaya.
Tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada leluhur, dan dewa-dewa yang disembah serta sebagai simbol penyucian sebelum memasuki Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi Tiongkok kuno, feng shui berkembang sebagai sistem penataan ruang berbasis pengelolaan energi (qi) untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kekuasaan.
para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah diberikan wadah untuk menampilkan karya tari yang memadukan musik modern dengan nilai-nilai budaya Indonesia.
Selain kemandirian finansial, standar sosial di Indonesia juga turut memperberat pertimbangan generasi muda untuk menikah.
Tradisi tabayyun di kalangan ulama dan warga NU telah lama familiar dan mengakar.
IMAM Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengungkapkan sejumlah rencana besar pembenahan dan pengembangan, mulai dari penataan, pencahayaan, hingga perbaikan kawasan sekitar masjid.
Pagelaran budaya ini dimulai 25 Februari 2026 hingga 3 Maret 2026 ini mengusung tema “Warisan Budaya Kekuatan Bangsa”.
Once Mekel, menyinggung soal peran presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Komgzili.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa komunitas Tionghoa memiliki kontribusi nyata.
PERAYAAN Imlek kini tidak lagi sembunyi-sembunyi. Imlek bahkan sudah menjadi bagian dari perayaan hari besar dan tradisi budaya masyarakat Indonesia yang multipluralis.
Pemenang diharapkan mampu membangkitkan kecintaan terhadap budaya Tionghoa sebagai bagian penting dari identitas bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved