Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KULIT jeruk, yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki berbagai manfaat yang signifikan, terutama bagi kesehatan jantung. Kandungan bioaktif di dalamnya memiliki potensi sebagai "pelindung" yang ampuh melawan berbagai risiko penyakit jantung.
Sebuah penelitian terbaru dari University of Florida bahkan menunjukkan pentingnya kulit jeruk dalam memelihara kesehatan usus yang berhubungan langsung dengan kesehatan jantung.
1. Mengurangi Kolesterol Berkat Serat Pektin dan Flavonoid
Kulit jeruk kaya akan serat pektin yang bermanfaat. Pektin adalah jenis serat larut yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah.
Serat ini berperan dengan mengikat kolesterol dan lemak di sistem pencernaan, sehingga mencegahnya diserap ke dalam darah dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.
Di samping itu, kulit jeruk mengandung banyak flavonoid dan polymetoxylated flavones (PMFs) yang terbukti lebih efektif dalam menurunkan kolesterol dibandingkan dengan beberapa jenis obat.
2. Melawan Radikal Bebas dengan Antioksidan
Selain kaya akan vitamin C, kulit jeruk juga memiliki kandungan antioksidan yang kuat seperti flavonoid dan hesperidin. Antioksidan ini berfungsi untuk melindungi sel-sel jantung dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas, molekul tidak stabil yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan memicu peradangan.
Dengan mengurangi kerusakan ini, kulit jeruk dapat membantu menjaga fungsi pembuluh darah yang optimal dan mencegah penumpukan plak yang dapat memicu serangan jantung.
3. Menjaga Kesehatan Usus untuk Mencegah Penyakit Jantung
Penelitian terbaru dari ilmuwan di University of Florida menemukan bahwa ekstrak kulit jeruk bisa berkontribusi pada kesehatan jantung dengan cara yang mengejutkan: mengontrol bakteri usus.
Studi ini menunjukkan bahwa ekstrak kulit jeruk dapat menghambat produksi trimethylamine (TMA), senyawa yang diproduksi oleh bakteri usus setelah mengonsumsi makanan tertentu seperti daging merah.
TMA ini akan diubah di hati menjadi trimethylamine N-oxide (TMAO), yang dikaitkan dengan meningkatnya risiko aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah.
Temuan ini sangat signifikan karena menguatkan pandangan bahwa kesehatan usus memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan kardiovaskular. Dengan mengurangi pembentukan TMAO, kulit jeruk aktif berperan dalam menurunkan salah satu faktor risiko utama penyakit jantung. (Medical News Today/Z-1)
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Dengan dukungan sensor pemantau aliran darah dan denyut jantung, jam tangan pintar dapat merekam aktivitas jantung secara berkelanjutan selama digunakan oleh pemiliknya.
Serangan jantung umumnya disebabkan oleh masalah mekanik pada pembuluh darah, sementara kematian jantung mendadak lebih berkaitan dengan sistem kelistrikan organ tersebut.
Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyakit jantung adalah keterlambatan diagnosis.
Kebocoran aliran darah pada jantung dapat memicu tekanan tinggi pada paru yang berujung pada kondisi fatal yang disebut Sindrom Eisenmenger.
Berbagai penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, kanker, hingga gagal ginjal kini semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved