Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA DPR Provinsi Papua Namantus Gwijangge meminta pihak TNI-Polri dan TPNPB menghentikan aksi saling serang guna menjaga situasi kondusif jelang perayaan Natal yang akan dirayakan oleh seluruh umat kristiani di Papua.
"Natal adalah hari besar bagi umat kristiani yang dirayakan secara sangat istimewa oleh mayoritas masyarakat Papua. Dan mereka ingin merayakannya dengan damai, tenang tanpa ada ketakutan karena gangguan keamanan akibat aksi saling serang antara TNI-Polri dan TPNPB. Jadi kami minta agar kedua belah pihak punya komitmen untuk menjaga situasi jelang Natal ini menjadi kondusif," ungkap Namantus kepada wartawan, Kamis (2/12).
Dikatakan dia sampai saat ini, di beberapa wilayah seperti Intan Jaya, Nduga, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang, eskalasi konflik antara TNI-Polri dan TPNPB masih terus terjadi. Dikhawatirkan situasi ketegangan akibat konflik ini membuat masyarakat tidak tenang, hidup di bawah ketakutan sehingga tidak bisa merayakan Natal dengan damai.
Baca Juga: Jaga Ketertiban Umum dengan Implementasikan UU Ormas
"Natal buat kita di Papua ini adalah perayaan iman yang mulia. Masyarakat butuh ketenangan sehingga mampu menikmati sukacita rohani dari perayaan Natal ini. Mereka hidup susah akibat konflik, harus hidup di pengungsian, rumah mereka dibakar, ancaman keselamatan mereka pun seakan terus menghantui. Ini harus kita hentikan," tegas wakil rakyat dari Dapil 6 meliputi Kabupaten Nduga, Jayawijaya, Lanijaya, dan Maberamo Tengah.
Dia berharap agar momen Natal ini sedapat mungkin bisa menjadi kesempatan untuk sama-sama saling introspeksi sehingga persoalan di Papua bisa diselesaikan dengan baik tanpa perlu jatuh korban lagi terutama masyarakat sipil yang tidak berdosa.
"Korban perang itu ya masyarakat sipil, ya mama-mama, anak-anak yang sebenarnya tidak mengerti. Baik juga momen Natal ini oleh TNI Polri maupun TPNPB menjadi kesempatan untuk lakukan introspeksi diri sehingga ke depan masalah keamanan di Papua ini bisa kita selesaikan dengan baik," pungkas anggota Fraksi Partai NasDem di Provinsi Papua tersebut. (OL-13)
Baca Juga: RUU Kejaksaan akan Beri Kewenangan Jaksa Lakukan Peninjauan Kembali
Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo yang diduga memfitnah dan menganiaya penjual es gabus, Sudrajat harus diproses hukum.
KEPALA Dinas Penerangan TNI AD menyatakan bahwa kasus viral penjual es kue yang diduga menggunakan bahan spons atau gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan kesalahpahaman.
PEMERINTAH menanggapi sorotan publik terkait kasus pedagang yang dituding oleh oknum personel Polri dan TNI menggunakan bahan makanan dari spons atau busa.
PEMERINTAH memisahkan pendataan korban sipil dan personel TNI dalam peristiwa longsor di Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kadispenad memastikan insiden truk dinas TNI yang menabrak dua anggota Polri hingga meninggal dunia di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, merupakan murni kecelakaan
Donny menjelaskan bahwa berdasarkan penegasan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan, tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
ANALIS Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian.
DUKUNGAN terhadap sikap Kapolri yang menolak usulan penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian mengalir.
WACANA Polri ditempatkan di bawah kementerian kembali mengemuka.
KOMITE Percepatan Reformasi Polri tetap menghendaki agar struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada langsung di bawah presiden.
Aiptu Ikhwan dan Serda Heri Purnomo yang diduga memfitnah dan menganiaya penjual es gabus, Sudrajat harus diproses hukum.
KEPALA Dinas Penerangan TNI AD menyatakan bahwa kasus viral penjual es kue yang diduga menggunakan bahan spons atau gabus di Kemayoran, Jakarta Pusat, merupakan kesalahpahaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved