Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKUATAN besar yang dimiliki Partai NasDem sangat menentukan stabilitas politik di Tanah Air, terutama dalam menyongsong pesta demokrasi yang akan berlangsung di 2024.
Oleh karena itu, dukungan partai yang dipimpin Surya Paloh terhadap pemerintah saat ini memiliki nilai yang sangat penting.
Baca juga: Sempat Buntu, DPR-Pemerintah Capai Titik Temu Lanjutkan Pembahasan RUU PDP
"Saya kira stabilitas politik sangat penting sekali sekarang ini dan dukungan NasDem, seperti yang disampaikan Bapak Ketua Umum Surya Paloh, saya kira sangat diperlukan," ujar Jokowi saat menghadiri prayaan satu dekade Partai NasDem di Kampus Akademi Bela Negara, Jakarta, Kamis (11/11).
Dalam kesempatan tersebut, kepala negara juga meminta NasDem untuk menanamkan gerakan perubahan kepada bangsa Indonesia.
Upaya tersebut dibutuhkan agar masyarakat Tanah Air memiliki sifat superior dan percaya diri.
"Kita harus membangun percaya diri, optimisme. Sebagai bangsa pemimpin, jangan sampai kita kehilangan orientasi itu. Itulah yang dinamakan gerakan perubahan, gerakan restorasi ya itu," tegas Jokowi.
Ia tidak ingin masyarakat Indonesia memiliki mental terjajah, yang merasa lebih rendah dari bangsa lain.
Indonesia memang pernah ditundukkan selama 350 tahun, namun, di balik itu, ada kekuatan dan kejayaan besar yang akhirnya membentuk sebuah perlawanan hingga membuat Indonesia merdeka.
"Sekali lagi, kita harus ingat, kita memiliki banyak penggalan sejarah kejayaan dari pendahulu-pendahulu kita. Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hasil dari pemberian, tetapi hasil dari sebuah perjuangan panjang. Jadi mental Inlander, mental terjajah, mental Inferior, harus hilang. Jangan dipelihara," tegas mantan wali kota Solo itu.
Ke depan, Indonesia harus mampu melestarikan warisan peradaban berupa ajaran budi pekerti yang menjadi identitas terkuat bangsa ini.
"Sehingga kita bisa mewarisi kearifan lokal untuk mengelola kehidupan kita secara baik. Ada keragaman seni dan budaya yang kita miliki. Itulah kekuatan kita. Setelah pembangunan infrastruktur secara masif, kita sekarang berkonsentrasi kepada pembangunan sumber daya manusia yang akan menjadi fondasi kita dalam menghantarkan bangsa ini maju," tandasnya.
(OL-6)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
POLEMIK ijazah Jokowi yang terus berlarut dinilai tidak lagi menyentuh kepentingan publik dan cenderung bergeser menjadi isu politik yang diproduksi berulang.
Lima menteri turut tergugat, yakni Menteri Kehutanan, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri ATR/BPN, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi dan Hilirisasi.
Profil lengkap Jenderal Gatot Nurmantyo. Simak rekam jejak karier Panglima TNI ke-16, pemikiran Proxy War, hingga peran di gerakan KAMI.
Relawan Jokowi mengklaim Presiden Jokowi telah memaafkan Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis. Polisi diminta mempertimbangkan pencabutan status tersangka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved