Senin 04 Oktober 2021, 14:55 WIB

Tujuh Orang Lainnya yang jadi 'Antek' Azis Syamsuddin akan Didalami KPK

Tri subarkah | Politik dan Hukum
Tujuh Orang Lainnya yang jadi

Dok.MI
PLt Juru Bicara KPK Ali Fikri

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) buka suara soal kesaksian Sekretaris Daerah nonaktif Tanjungbalai Yusmada mengenai delapan 'orang' mantan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di lembaga antirasuah tersebut. Sampai sejauh ini, baru satu orang saja yang terkonfirmasi, yaitu mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju.

Menurut Plt juru bicara KPK Ali Fikri, setiap fakta persidangan akan didalami lagi dengan keterangan saksi-saksi lain atapun para terdakwa. Yusmada menyampaikan hal tersebut saat bersaksi dalam kasus dugaan suap yang diterima Robin dan pengacara Maskur Husain saat menangani beberapa perkara KPK.

"Keterangan saksi tersebut masih akan terus didalami oleh tim jaksa KPK dengan memanggil saksi-saksi lain yang relevan dengan pembuktian fakta-fakta dimaksud," kata Ali melalui keterangan tertulis, Senin (4/10).

Ali juga menyebut bahwa para saksi yang hadir dalam persidangan akan dikonfirmasi melalui berbagai barang bukti yang ada dalam berkas perkara Robin dan Maskur. Pihaknya berharap dakwaan yang dibangun oleh jaksa KPK akan terbutki di akhir sidang.

Baca juga: 8 'Antek' Azis di KPK Diduga Dipakai untuk OTT dan Amankan Perkara

"Harapannya tentu pad akhi sidang dapat disimpulkan adanya fakta-fakta hukum, sehingga dakwaan jaksa dapat terbukti dan perkara dapat dikembangkan lebih lanjut," tandasnya.

Di ruang sidang, jaksa KPK mengonfirmasi keterangan Yusmada yang telah dituangkan dalam berita acara pemeriksaan sebelumnya. Menurutnya, Wali Kota Tanjungbalai nonaktif M Syahrial sempat bercerita mengenai delapan orang Azis di KPK kepadanya.

"M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan OTT atau amankan perkara, salah satunya Robin," ujar jaksa KPK di ruang sidang yang lantas dibenarkan oleh Syahrial.

Dalam kasus dugaan suap itu, Robin dan Maskur didakwa jaksa KPK menerima uang Rp11.025.077.000 dan US$36 ribu atas pengangan lima perkara. Selain kasus Tanjungbalai, keduanya juga menangani perkara di Lampung Tengah yang melibatkan Azis, penyidikan perkara bantuan sosial yang melibatkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, Direktur PT Tenjo Usman Effendi, dan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. (OL-4)

Baca Juga

dok.ist

Tuti Kuspiati Halim Adukan Dugaan Intervensi Jenderal ke Komisi 3 DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:48 WIB
TUTI Kuspiati Halim, wanita paruh baya yang diduga mengalami kekerasan psikis oleh Wawan  alias Wan Hok, mengadu ke Komisi III DPR...
Antara

PPKM Level 3 Batal, Muktamar NU ke-34 Digelar 23-25 Desember 2021

👤Akhmad Mustain 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:48 WIB
Keputusan ini diambil karena pemerintah mencabut pemberlakuan PPKM level 3 secara nasional pada 24 Desember 2021 sampai 2 Januari...
Twitter PSS Sleman

PSS Slemen dan Persipura Harus Puas Berbagi Poin

👤Ant 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:28 WIB
Meski saling menyerang, hingga babak pertama usai, kedua tim belum memperoleh peluang membuahkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya