Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH daerah yang berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstremnya menjadi 0% diusulkan mendapatkan dana insentif daerah (DID). Hal ini untuk mendorong setiap pemda yang masih bermasalah dengan kemiskinan ekstrem membuat kebijakan yang lebih konkret.
“Kami tadi sudah mengusulkan kepada Bapak Wapres, mungkin diberikan reward, diberikan motivasi; di antaranya selain mungkin dari Bapak Presiden atau Bapak Wapres, juga mungkin dapat mengajukan dana insentif daerah yang biasanya diberikan ke daerah-daerah yang berprestasi,” tegas Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai mendampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam rapat kerja tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Kantor Gubernur Jawa Barat, di Bandung, Rabu (29/9)
Tito menjelaskan, pemberian insentif tersebut dilakukan berdasarkan atas hasil evaluasi Pemerintah Pusat terhadap upaya penyelesaian kemiskinan ekstrem yang hingga akhir 2021 ditargetkan di tujuh provinsi.
“Bapak Wapres mengatakan di akhir itu nanti kami mengevaluasi dan kemudian ada juga evaluasi bulanan. Kami melihat mana ini daerah-daerah mengalami kemajuan (atau) nggak,” jelasnya.
Saat ini, pemerintah menargetkan tujuh provinsi untuk menjadi prioritas penyelesaian kemiskinan ekstrem di 2021 ialah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua dan Papua Barat.
Baca juga : Kemendagri Gelar Integrated Technology Forum 2021 Bahas Strategi Pengembangan Wilayah Metropolitan
Dari ketujuh provinsi tersebut, dipilih masing-masing lima kabupaten dan kota, sehingga seluruhnya berjumlah 35 kabupaten dan kota sebagai representasi 20% dari total miskin ekstrem secara nasional.
Sementara itu, Wapres Ma’ruf mengakui target kemiskinan ekstrem 0% tersebut merupakan tugas berat. Pasalnya, target waktu penyelesaiannya sangat singkat yakni tiga bulan lagi menuju akhir 2021.
“Tantangannya, tahun 2021 ini tinggal tiga bulan lagi, ini masalahnya, sangat pendek. Padahal kita harus menyelesaikan di tujuh provinsi, 35 kabupaten. Jadi kalau dijumlah itu sekitar dua juta yang harus kita tanggulangi,” ujar Ma’ruf.
Ma’ruf juga mengingatkan identifikasi data masyarakat kelompok rumah tangga dengan miskin ekstrem harus dilakukan dengan tepat dan benar. Saat ini data masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang tercatat di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial belum akurat.
“Untuk soal data memang sekarang belum akurat betul, tapi kita tidak mungkin mulai dari nol. Kita memiliki DTKS yang ada, sementara itu dulu, sambil dilakukan validasi dan pemutakhiran data. DTKS menjadi data awal,” ungkapnya. (OL-2)
Andra Soni mengawali pemaparan dengan letak wilayah yang dekat dengan Jakarta sehingga menguntungkan dalam pembangunan Provinsi Banten.
PRESIDEN Prabowo Subianto menekankan pentingnya integrasi program-program strategis pemerintah sebagai langkah percepatan pengentasan kemiskinan.
Sektor perumahan menjadi salah satu instrumen strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
KPPOD menilai 25 tahun otonomi daerah menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan dan peningkatan IPM, namun tren resentralisasi dan ketergantungan fiskal ke pusat menguat.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial di Indonesia.
BSKDN Kemendagri menyoroti berbagai praktik baik (best practices) yang dilakukan pemerintah daerah dalam menurunkan tingkat pengangguran.
PEMERINTAH menegaskan komitmen mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga.
BSKDN Kemendagri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved