Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Kewaspadaan Nasional menggelar diskusi bertajuk penguatan ekosistem pendidikan dan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.
Kegiatan tersebut diikuti aparatur Pemerintah Kota Cirebon bersama 150 pelajar dan guru bimbingan konseling dari 25 SMA di Kota Cirebon, Jawa Barat. Acara berlangsung di Aula Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Kamis (5/3).
Berdasarkan data terbaru Densus 88 AT Mabes Polri, kelompok usia sekolah kini menjadi target utama penyebaran ideologi berbahaya. Banyak anak yang terpapar sebenarnya bukan individu yang memiliki niat buruk.
Direktur Kewaspadaan Nasional, Aang Witarsa, menjelaskan terdapat empat pilar utama yang perlu dibangun sekolah untuk menekan potensi ekstremisme. Pilar pertama adalah ramah, yakni menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan.
Pilar kedua adalah inklusif, yaitu menghargai perbedaan tanpa diskriminasi terhadap siswa mana pun. Pilar ketiga adalah responsif, dengan menyediakan sistem pelaporan yang aman dan cepat ketika terjadi masalah. Pilar terakhir adalah kolaboratif, yakni membuka ruang dialog agar siswa dapat mengekspresikan diri secara positif.
"Menghadapi tantangan ini, pendekatan hukum (penindakan) saja tidak cukup. Sekolah memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan untuk melakukan pencegahan dini melalui konsep Sekolah Ramah dan Inklusif," ujar Aang dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/3).
Aang juga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak dengan menyaring setiap informasi yang diterima.
"Di era kini, media sosial sebagai pintu masuk setiap informasi, termasuk potensi masuknya konten yang mengandung bahaya ekstrimisme," imbuhnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan ekosistem pendidikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, serta terbebas dari pengaruh ekstremisme berbasis kekerasan. (Medcom/I-1)
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) menggelar kegiatan Ramadan Youth Camp 2026 di Aula Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Melalui aplikasi tersebut, pengguna dapat memantau peta sebaran kualitas tanah, mendapatkan rekomendasi perbaikan lahan, serta meninjau perubahan kesehatan tanah secara berkala.
AYIMUN Kelapa Gading Chapter mencatat antusiasme tinggi dari pelajar berbagai daerah. Dari 231 siswa yang mendaftar, sebanyak 158 siswa terpilih sebagai official delegates.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar usia 15-17 tahun, yang masih berada di bawah angka nasional.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
PEMERINTAH menegaskan komitmen mempercepat penanganan pascabencana di wilayah Sumatra melalui penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga.
BSKDN Kemendagri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.
Dirjen Dukcapil Kemendagri Teguh Setyabudi menegaskan bahwa DKB merupakan hasil proses pembersihan dan sinkronisasi ketat untuk menghapus data ganda atau anomali.
DIREKTORAT Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat sebanyak 5,5 juta penduduk Indonesia bercerai pada 2025.
Berdasarkan Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II 2025 yang dihimpun, diketahui jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa. Penduduk laki-laki memiliki jumlah lebih tinggi.
MAYORITAS penduduk Indonesia saat ini berada pada kelompok usia produktif. Hingga Semester II Tahun 2025, sebanyak 199.026.595 jiwa berada di rentang usia 15 hingga 64 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved