Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MELALUI sebuah surat, Effendi Gazali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka nama vendor bantuan sosial (bansos), berikut kuotanya. Permohonan Effendi mengacu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Adapun keterbukaan informasi publik yang disoroti, yakni nama vendor dan kuota pada setiap tahap pengadaan bansos oleh Kementerian Sosial di Jabodetabek pada 2020. Itu termasuk bansos reguler dari tahap 1 sampai tahap 12.
"Selama ini kita hanya sekilas mendapat informasi, bahwa jumlah paket bansos di Jabodetabek adalah 22,8 juta paket dengan sekitar 107 vendor," ujar Effendi dalam surat yang beredar, Senin (29/3).
Baca juga: Ada Pos Pengaduan, Korban Korupsi Bansos Dipersilakan Lapor
Effendi menjelaskan bahwa legal standing yang diusung ialah pemanggilan dirinya sebagai saksi yang dianggap "merekomendasikan" sebuah UMKM. Tepatnya, setelah pelaku usaha tersebut mengadu tersisih oleh "dewa-dewa" pada seminar terkait bansos sekitar 23 Juli 2020.
"Supaya clear juga UMKM tersebut setelah 23 Juli, diberi kuota berapa sesungguhnya. Apa betul 20.000 dari total 22,8 juta paket bansos," imbuhnya.
Menurutnya, permohonan informasi publik ini penting. Sehingga, tidak terjadi hoaks dan pembunuhan karakater di tengah warga. Lalu, menjadi keliru ketika dimuat di media massa.
"Saya berharap agar data informasi publik ini dapat dibagikan kepada teman-teman wartawan yang meliput di KPK. Serta, seluruh vendor dan yang dianggap "pemberi rekomendasi" dipanggil KPK demi keadilan," tutup Effendi dalam suratnya.(RO/OL-11)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap identitas tujuh orang yang turut digiring ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, bersama Bupati Pati Sudewo.
KPK diminta segera menjerat pihak swasta yang diduga terlibat kuat dalam pusaran kasus tersebut.
Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pati Sudewo berkaitan dengan dugaan praktik korupsi dalam proses pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Polres Kudus, Jawa Tengah, membenarkan adanya peminjaman satu ruang pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa Bupati Pati Sudewo pada Senin (19/1) dini hari.
Selama proses yang berlangsung seharian penuh, Sudewo hanya sempat terlihat keluar ruangan satu kali pada pukul 21.20 WIB menuju toilet.
Bupati Pati Sudewo terjaring OTT KPK hari ini. Simak fakta-fakta lengkap, rekam jejak kasus sebelumnya, kekayaan, hingga kontroversi kebijakan yang pernah memicu protes warga.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengevaluasi bahkan, jika diperlukan, mencabut bantuan sosial (bansos) bagi keluarga yang anggotanya terlibat dalam aksi tawuran.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta mengusulkan evaluasi hingga pencabutan bansos bagi keluarga pelaku tawuran sebagai langkah tegas menekan aksi kekerasan di Jakarta.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk proaktif mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi guna menghindari informasi palsu.
Gaji guru PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tercatat hanya Rp300 ribu per bulan, menjadikannya salah satu isu yang paling disorot publik.
Transaksi judi online bagi 12.402 KPM bansos dengan kondisi tersebut sangat memprihatinkan.
Pemerintah kembali menyalurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 bagi masyarakat berpenghasilan rendan (MBR) dan rentan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved