Rabu 03 Maret 2021, 20:20 WIB

KPK Geledah Rumah Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
 KPK Geledah Rumah Tersangka Penyuap Nurdin Abdullah

MI/Lina Herlina
Penyidik KPK menggeledah Kantor Gubernur Sulsel, Rabu (3/3).

 

TIM Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledehan dalam kasus suap yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. Kali ini, penyidik menggeledah dua lokasi di Sulsel yakni rumah tersangka penyuap Nurdin, Agung Sucipto, dan kantor Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Sulsel.

"Dari dua lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan bukti di antaranya berbagai dokumen yang terkait dengan perkara ini. Selanjutnya bukti ini divalidasi dan dianalisa untuk dilakukan penyitaan menjadi kelengkapan berkas perkara penyidikan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (3/3).

Tim KPK dalam beberapa hari terakhir melakukan serangkaian penggeledahan dalam perkara itu. Penyidik menggeledah dua lokasi yakni kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel dan kediaman pribadi Nurdin, Selasa (2/3). Dari penggeledahan itu, diamankan sejumlah uang dan dokumen.

Sehari sebelumnya, KPK juga menggeledah dua lokasi lain yakni rumah dinas jabatan Nurdin dan rumah dinas jabatan Sekretaris Dinas PUTR. Penyidik juga menyita dokumen terkait perkara dan uang tunai. Namun, KPK belum mengungkap jumlah uang yang disita.

KPK menetapkan tiga tersangka dari hasil tangkap tangan kasus Nurdin itu. Selain Nurdin, KPK juga menetapkan tersangka Sekretaris Dinas PUTR Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Agung diduga menyerahkan uang senilai Rp2 miliar kepada Nurdin melalui Edy. Uang itu diduga untuk pengerjaan proyek Wisata Bira yang sebelumnya telah dilakukan oleh perusahaan Agung.

Selain itu, KPK menduga Nurdin menerima uang dari beberapa kontraktor proyek lain. Rinciannya, senilai Rp200 juta pada Desember 2020, Rp1 miliar pada pertengahan Februari 2021, dan Rp2,2 miliar pada awal Februari. Total penerimaan yang diduga Rp5,4 miliar. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Luhut Dorong KPK Perkuat Pengawasan Megaproyek Nasional

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 13 April 2021, 20:26 WIB
"KPK ini super sakti. Kalau KPK bisa memainkan peran dengan pas, pencegahan banyak, akan menurunkan korupsi," tandas...
Antara

Anak Buah Benny Tjokro Diperiksa dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 13 April 2021, 20:14 WIB
MH merupkan karyawan di PT Hanson International, tempat Benny menjabat sebagai...
DOK MI.

Mahfud Ajak KPK Gabung di SPPTI

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 13 April 2021, 19:59 WIB
KPK perlu melihat SPPTI yang saat ini sudah tergabung lebih dari 212 kabupaten/kota dalam database penanganan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya