Kamis 04 Februari 2021, 15:45 WIB

Terduga Teroris dari Inggris Miliki KTP Kota Tasikmalaya

Adi Kristiadi | Politik dan Hukum
Terduga Teroris dari Inggris Miliki KTP Kota Tasikmalaya

MI/Adi Kristiadi
Kepala Disdukcapil Kota Tasikmalaya, Imih Misbahul Munir menyebut terduga teroris WN Inggris miliki KTP lama sebelum e-KTP.

 

TAZNEEN Miriam Siliar, 41, warga negara Inggris, yang kini didetensi oleh Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementrian Hukum dan HAM pernah tinggal di Jalan Ir Juanda, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya sejak 2014.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tasikmalaya, Imih Misbahul Munir mengaku, pernah kedatangan tim Intelejen beberapa waktu lalu menanyakan seorang Aisyah Humaira alias Ummu Yasmin alias Tazneen Miriam Siliar. Tim intelejen memperlihatkan sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP) bernama Aisyah Humaira.

"Kami sudah melakukan verifikasi data base kependudukan Indonesia dan nama Aisyah Humaira dengan alamam di Ir Juanda, Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang. Namun, tidak ditemukan. Kami meragukan keaslian KTP yang dimiliki Aisyah tersebut," kata Munir, Kamis (4/1).

Ia mengaku, pihaknya mendapat informasi Aisyah alias Tazneen Miriam Siliar memang ada di Kota Tasikmalaya sejak 2014. Miriam pernah menikah dengan Asep warga Jalan Ir Juanda, namun Asep sudah lama meninggal dunia. Pengurusan dokumen KTPnya dilakukan memang di Kecamatan Indihiang. Sayangnya, pegawai kecamatan di sana lupa dengan wajah Miriam.

"Pada tahun 2014, pengurusan pembuatan KTP dilakukannya dengan cara manual. Perubahan ke KTP elektronik baru pada 2015 dan dipastikannya Aisyah Humaira alias Ummu Yasmin belum melakukan perekaman KTP dan dipastikan identitas tersebut palsu," ujarnya.

Sementara Sekretaris Kantor Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Yudi Kustiadi, menolak menjawab pertanyaan wartawan terkait masalah ini. Alasannya, Aisyah Humaira alias Tazneen Miriam Siliar tidak pernah tercatat di kantornya.

"Memang betul dia pernah tinggal di Jln. Ir Juanda, rumah tersebut sudah lama  kosong tidak dihuni karena suaminya telah meninggal dunia. Kalau ada penghuninya, pasti masuk dalam pemantauan petugas," ujar Yudi meyakinkan. (OL-13)

Baca Juga: Diduga WNA, Bupati Terpilih Sabu Raijua Ditunda Pelantikannya

Baca Juga

dok pribadi

PBNU Peringatkan Komentar Picisan dalam Kasus Mardani H Maming

👤Henri Siagian 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:20 WIB
"Pengalihan izin usaha pertambangan (IUP) terjadi lebih dari 10 tahun lalu dan bahkan saat itu Ketum PBNU Gus Yahya belum mengenal...
Ist/BPN Provinsi Kaltim

Komitmen Kanwil BPN Provinsi Kaltim Dukung Pembangunan IKN Nusantara

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 23:08 WIB
Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam proses pembangunan IKN...
Dok PPP

Kader Murni PPP Harus Mampu Bangun Lini Masa yang Setia dan Militan

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 22:55 WIB
PARTAI Persatuan Pembangunan (PPP) terus menggerakkan mesin partai untuk menatap tahun politik di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya