Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Lawan Vape Ilegal, Sistem Pita Cukai Inggris Bisa Jadi Referensi untuk Indonesia

Akmal Fauzi
08/3/2026 20:23
Lawan Vape Ilegal, Sistem Pita Cukai Inggris Bisa Jadi Referensi untuk Indonesia
Ilustrasi(Istimewa)

PEMERINTAH Inggris resmi memperkenalkan sistem pita cukai baru untuk produk vape yang dilengkapi dengan material canggih dan fitur keamanan digital. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat pengawasan distribusi vape di pasar domestik.

Inisiatif ini tidak hanya mengandalkan fisik pita cukai semata, tetapi juga mengintegrasikan sistem track and trace (lacak dan telusur). Teknologi ini memastikan hanya produk autentik dan sesuai regulasi yang sampai ke tangan konsumen, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari peredaran produk ilegal atau palsu.

Kebijakan ini diambil menyusul pertumbuhan pesat pasar vape di Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya penggunaan vape, terutama di kalangan remaja, kini menjadi perhatian serius publik.

Di sisi lain, tren penurunan konsumsi rokok konvensional mendorong otoritas setempat untuk mengamankan penerimaan negara. Melalui sistem ini, pemerintah berupaya memperketat pengendalian terhadap produk-produk yang tidak memenuhi standar aturan yang berlaku.

Program pengawasan ini bekerja lebih dari sekadar produksi label cukai. Sistem yang tertanam memungkinkan identifikasi cepat terhadap produk non-prosedural dan memberikan visibilitas penuh di seluruh rantai pasok yang sah.

Pita cukai tersebut berfungsi sebagai penanda fisik yang aman, sementara lapisan digital di dalamnya mendukung proses inspeksi, pelacakan, dan autentikasi secara lebih efisien. Dengan dukungan perangkat audit bagi petugas hukum dan aplikasi verifikasi bagi konsumen, pola mencurigakan serta potensi penipuan dalam distribusi dapat dideteksi lebih dini.

Penerapan sistem track and trace untuk barang kena cukai bukanlah hal baru dalam skala global. Sejak 2005, solusi serupa telah sukses diimplementasikan di berbagai wilayah, mulai dari negara bagian di AS (California, Michigan, dan Massachusetts) hingga Malaysia di Asia.

Sistem ini menjamin penandaan yang aman serta pelacakan independen atas barang kena cukai. Pendekatan ini juga dipertegas oleh ekonom Dr. Hana Ross dalam webinar International Tax Stamp Association baru-baru ini. Ia menyoroti pentingnya praktik terbaik dalam implementasi track and trace untuk menjaga kredibilitas pasar.

Bisakah Diterapkan di Indonesia?

Model yang diterapkan di Inggris sangat mungkin disesuaikan dengan karakteristik industri nasional. Kuncinya terletak pada efektivitas pengawasan sejak di lini produksi.

Jika ada elemen pelacakan, maka data minimum apa yang paling relevan dan realistis untuk memastikan pengawasan lebih fokus, efektif, dantanpa menimbulkan beban administratif yang berlebihan. (P-4)
 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya