Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
WALI Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT), saat ini sudah berada di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, untuk untuk menjalani pemeriksaan.
"Sudah di K4 (Gedung Merah Putih KPK)," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat ( 27/11).
Terpantau di Gedung Merah Putih, Ajay Priatna masuk ke gedung teraebut melalui pintu belakang. Pasalnya, para awak media yang sudah menunggu, tidak melihat yang bersangkutan masuk melalui pintu depan.
Sebelumnya, Ali mengatakan operasi senyap tersebut, juga menjaring beberapa pihak selain Ajay.
Baca juga : Edhy Prabowo Resmi Mengundurkan Diri dari Menteri KKP
"KPK mengamankan beberapa pihak di wilayah Bandung, Jawa Barat," kata Ali.
Meski demikian, Ali mengungkapkan bahwa ingormasi lanjutan akan disampaikan pihaknya.
"Perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut," ucapnya.
Penangkapan politikus PDI Perjuangan itu, diduga terkait korupsi rumah sakit (RS) di Cimahi.
"Dugaan wali kota melakukan korupsi dalam proyek pengadaan pembangunan RS di Cimahi," kata Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri saat dikonfirmasi, Jumat (27/11). (OL-2)
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.
Penyitaan ini dilakukan sebagai langkah krusial untuk membedah keterlibatan korporasi yang terjerat dalam kasus perintangan penyidikan
Ekrem Imamoglu, rival utama Presiden Erdogan, hadir di pengadilan atas tuduhan korupsi. Oposisi dan aktivis HAM sebut persidangan ini bermotif politik.
Penahanan dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah.
Peneliti Pusat Studi Antikorupsi menilai maraknya kasus korupsi kepala daerah akibat tak ada efek jera dalam penegakan hukum dan hukuman yang rendah
BUPATI Pekalongan Fadia Arafiq mengaku tak sadar telah melakukan tindak pidana korupsi. Ia mengatakan tak punya pengetahuan soal rasuah lantaran berlatar belakang sebagai penyanyi dangdut.
KPK melakukan OTT terhadap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong terkait dugaan suap proyek di lingkungan Pemkab. Total 9 orang diamankan, termasuk ASN dan pihak swasta.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Rejang Lebong, Bengkulu ke Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (10/3).
Penguatan pengawasan semata tidak akan cukup jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dari para pemangku kepentingan di daerah.
Penyidik saat ini tengah mendalami aliran dana dan detail proyek yang menjadi objek perkara.
Selain menangkap para pejabat teras tersebut, tim penyidik juga menyita alat bukti pendukung lainnya.
KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi senyap tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved