Kamis 10 September 2020, 04:47 WIB

Bareskrim Diminta Jerat Dua Jenderal dengan TPPU

Ykb/Tri/X-8 | Politik dan Hukum
Bareskrim Diminta Jerat Dua Jenderal dengan TPPU

Antara
Ilustrasi -- Bareskrim Mabes Polri

 

PAKAR tindak pidana pencucian uang (TPPU) Yenti Garnasih meminta penyidik Bareskrim Polri mengenakan pasal TPPU kepada dua tersangka kasus gratifikasi penghapusan red notice Joko Tjandra, yakni Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte. Yenti menilai kedua tersangka diduga kuat tidak mengendapkan, tetapi memutar uang yang diperoleh dari gratifikasi.

“Seharusnya dikenakan TPPU, tapi tinggal penyidiknya mau atau tidak. Harusnya mencontoh Kejagung yang sudah selangkah lebih maju,” papar Yenti seusai dimintai keterangan oleh penyidik Kejagung, Selasa (8/9) malam.

Menurutnya, penerapan pasal TPPU untuk tersangka korupsi akan lebih mudah dilakukan karena adanya penelusuran aliran dana. “Sebaiknya pasal tersebut dimasukkan dalam satu berkas dengan kasus korupsi yang menjerat kedua jenderal polisi itu.’’

Yenti dimintai keterangan oleh penyidik Kejagung sebagai saksi ahli dalam perkara pengurusan fatwa Mahkamah Agung agar eksekusi terpidana dua tahun kasus cessie Bank Bali Joko Tjandra dibatalkan. Dalam perkara itu, jaksa Pinangki Sirna Malasari menjadi tersangka dan dijerat dengan pasal gratifikasi maupun TPPU.

Penyidik Kejagung kemarin kembali memeriksa Pinangki serta beberapa orang lainnya sebagai saksi. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan salah satu saksi yang diperiksa ialah Rahmat, teman Pinangki.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan JAM-Pidsus Kejagung Febrie Ardiansyah mengatakan bahwa Rahmat berperan mempertemukan Pinangki dengan Joko Tjandra. Pemeriksaan kemarin menjadi yang ketiga bagi Rahmat.

Selain Rahmat, turut diperiksa Christian Dylan dan Yenny Pratiwi selaku kepala cabang dan sales PT Astra International (BMW Cabang Cilandak), serta Gunito Wicaksono dan Matius Rene Santoso selaku pegawai Bank BCA Cabang Pembantu Jalan Panjang. Demikian pula Ronald Halim yang merupakan agen broker Apartemen Pakubuwono serta Shinta Kurstatin selaku agen broker Apartemen Essence.

Anak eks Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Rony F Sompie, Grace Veronica Sompie, diperiksa pula. Dia dimintai keterangan terkait dengan transaksi jual-beli daring dengan Pinangki.

Sementara itu, Bareskrim Polri dan Kejagung berkoordinasi dalam gelar perkara tahap dua terkait kasus surat jalan palsu Joko Tjandra. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan koordinasi itu untuk mengecek kelengkapan formal maupun materiel atas tiga tersangka, yaitu Joko, Anita Kolopaking, dan Brigjen Prasetijo. (Ykb/Tri/X-8)

Baca Juga

Antara/Wahdi Setiawan

Brigadir RR, Tersangka Baru dalam Kasus Tewasnya Brigadir J

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 08 Agustus 2022, 10:16 WIB
Brigadir RR alias Ricky Rizal saat ini sudah ditahan oleh pihak kepolisian di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta...
Ist

Emak-Emak dan Milenial Jateng Dukung Ganjar dan Sandiaga Uno di Pilpres 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 09:30 WIB
Ratusan emak-emak dan generasi milenial di Jawa Tengah menyatakan dukungan terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk maju sebagai...
MI/BAYU ANGGORO

Golkar Jawa Barat Bebaskan Airlangga Pilih Pasangan dalam Pilpres 2024

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:40 WIB
Sejumlah pihak mengusulkan Airlangga berpasangan dengan Anies Baswedan atau Ridwan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya