Jumat 17 Juli 2020, 18:39 WIB

Masuk Prolegnas, RUU Ketahanan Keluarga Jadi Kritikan Warganet

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Masuk Prolegnas, RUU Ketahanan Keluarga Jadi Kritikan Warganet

Dok.MI
Ilustrasi

 

DPR RI telah memutuskan 37 rancangan undang-undang (RUU) yang disetujui dalam Prolegnas Prioritas 2020. Salah satunya ialah RUU Ketahanan Keluarga.

RUU tersebut menjadi sorotan warganet. Mereka ada yabg mengkritik keputusan tersebut. Salah satunya akun @mardiasih.

"RUU Ketahanan Keluarga masuk prolegnas. Kemarin yang cerita hubungan toxic ortu-anak, kalau RUU KK sah. kalian diruwat semua sama Badan Ketahanan Keluarga. Gak peduli toxic macam-macam tema penyuluhannya adalah sesuai nilai agama. Kekerasan disabarin aja yang penting keluarga "tahan" ," cuitnya, Jakarta, Jumat (17/7).

Akun @pasopprime juga ikut memprotes RUU Ketahanan Keluarga masuk dalam prolegnas.

"Lah masalah begini kayaknya solusinya ya komunikasi aja sih sama anggota keluarga. Negara ga perlu ikut campur juga," ucapnya.

Namun ada juga yang tidak setuju dengan akun @mardiasih. Warganet dengan akun @dddamut menilai baik RUU tersebut.

"Bisa dijelaskan di bagian mana agamanya? Karena barusan baca sekilas, banyak solusi lain yg diusulkan dari bimbingan, pelatihan, konsultasi, dsb," katanya.

RUU Ketahanan Keluarga sempat ramai dibicarakan. Pada pemberitaan Media Indonesia sebelumnya, seorang aktivis perempuan Siti Musdah Mulia, menyebut usulan RUU Ketahanan Keluarga itu tak ubahnya RUU jahiliah.

"RUU ini jahiliah benar. Ini sebenarnya copy paste dari UU Perkawinan Tahun 1974. Kita sudah di era industri 4.0. Negara itu mengurusi air bersih, transportasi publik, dan pelayanan publik. Ngurus hal-hal bermanfaat bagi masyarakat. Bedakan urusan publik dan privat," kata Musdah pada (21/2) lalu.

Salah satu contoh pasal kontroversinya yakni hanya istri yang wajib mengurusi rumah tangga, beberapa orang menyatakan tak setuju karena menurut mereka rumah tangga adalah tanggung jawab pasangan suami-istri.

Selain itu, setiap keluarga juga diwajibkan memiliki tempat tinggal dengan sirkulasi udara, pencahayaan, dan sanitasi air yang baik; serta ketersediaan kamar yang dipisah antara laki-laki dan perempan untuk mencegah kejahatan seksual.

Diketahui, RUU Ketahanan Keluarga diusulkan lima anggota dewan periode kini, yaitu Ledia Hanifa (PKS), Netty Prasetiyani (PKS), Sodik Mu djahid (Gerindra), Ali Taher (PAN), dan Endang Maria (Golkar). Namun Golkar telah menyatakan mencabut dukungan.(OL-4)

Baca Juga

ANTARA

Pemilu 2024 Disebut Berpotensi Munculnya Politik Identitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 13:15 WIB
Mahfudz mengingatkan semua pihak untuk mengantisipasi munculnya kembali politik identitas yang menciptakan pembelahan atau polarisasi...
Ist

IPW Minta Polri Usut Pelanggaran Hukum Pelat Nomor Kendaraan Arteria Dahlan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 13:00 WIB
pelat nomor setiap kendaraan harus ada pembeda. Nomor bisa sama tapi ada pembeda pada huruf atau yang...
MI/MOHAMAD IRFAN

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Terpilih jadi Ketua DMI Sulteng

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 22 Januari 2022, 11:25 WIB
Ahmad M Ali bersedia dan siap mengembangkan DMI, serta mengoptimalkan program-program yang pengembangan fungsi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya