Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Narkotika Nasional (BNN) menyampaikan prevalensi penyalahgunaan narkotika terus menurun dari 2011 hingga 2019. Berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya LIPI tercatat pada 2011 prevalensi penyalahgunaan narkotika sebesar 2,40% atau setara dengan 4.530.000 orang, sedangkan pada 2019 mencapai 1,80% atau setara dengan 3,49 juta orang.
“Dengan demikian kita dapat menyelamatkan sekitar 1 juta jiwa penduduk Indonesia,” ungkap Kepala BNN Komjen Heru Winarko dalam sambutan acara peringatan Hari Antinarkotika Internasional (HANI) yang digelar secara daring bertemakan Hidup 100% di era new normal sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba, di Jakarta, kemarin.
Heru menerangkan ada sejumlah pendekatan untuk mengatasi peredaran dan penyalahgunaan narkotika tersebut. Ada langkah untuk menekan peredaran atau disebut dengan supply reduction. “Ada pula langkah edukasi serta pendekatan kepada masyarakat agar tidak tergoda untuk menyalahgunakan narkotika atau demand reduction,” lanjut dia.
Heru mengatakan dari sisi supply reduction pihaknya mampu memetakan 98 jaringan narkotika, dengan 27 jaringan di antaranya sindikat berskala internasional. Dari jumlah itu, ada 33 jaringan telah diungkap serta 19 jaringan di antaranya melibatkan warga binaan atau napi di lembaga pemasyarakatan (LP).
Dia mengaku pada 2019 BNN berhasil mengungkap 55 kasus dengan jumlah tersangka 59 orang. Pada masa pandemi covid-19, BNN juga mengungkap 14 jaringan narkotika berskala internasional. “(Peredaran) kebanyakan lewat online, jasa pengiriman, tapi masih ada juga lewat jalur laut,” imbuh Heru.
BNN, kata dia, tidak hanya memotong peredaran narkotika, tapi juga terus menumbuhkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat atas bahaya penyalahgunaannya. Dengan demikian, peredaran narkotika dapat ditekan, baik dari sisi suplai maupun dari sisi permintaan.
Selain edukasi masyarakat, pihaknya menggelar pelatihan keterampilan kepada warga binaan atau napi. Dengan demikian, mereka bisa memiliki modal keterampilan tertentu untuk menyokong hidupnya secara ekonomi. “Selain mengajarkan sejumlah keterampilan, BNN juga membantu proses pemasaran produk-produk hasil karya para warga binaan,” pungkas Heru.
Konsisten
Pada kesempatan itu, Wapres Ma’ruf Amin mengatakan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba bukanlah hal yang mudah lantaran masih tingginya supply (pemasok) dan demand (pengguna) narkoba di dunia. Sehingga diperlukan tindakan pencegahan (preventif) dan konsistensi penegakan hukum untuk memberantas peredarannya.
“Salah satu pemicu peredaran narkoba ialah masih tingginya supply dan demand. Karena itu, upaya preventif melalui strategi demand reduction (pemutusan mata rantai pengguna) dan upaya penegakkan hukum sebagai strategi supply reduction (pemutusan jaringan sindikat narkotika), harus terus dilakukan secara konsisten,” tegas Ma’ruf saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Puncak Peringatan HANI 2020 melalui video conference di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, kemarin.

MI/ANDRI WIDIYANTO
Wapres Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Puncak Peringatan HANI 2020 melalui video conference.
Wapres melanjutkan unsur penting lainnya untuk mencapai keberhasilan dalam memberantas narkotika ialah kerja sama dari semua pihak, baik pemerintah maupun lembaga internasional.
“Narkotika merupakan kejahatan lintas batas negara dan kejahatan luar biasa. Jadi, penanganannya harus melibatkan seluruh unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” tutup Wapres. (Gan/S3-25)
BNN menegaskan komitmen memerangi narkotika secara komprehensif, baik melalui tindakan tegas maupun pencegahan.
Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa stabilitas keamanan negara sangat bergantung pada keberhasilan penanganan narkoba.
Direktorat Interdiksi Narkotika Bea Cukai bersama Kanwil Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Langsa, dan BNN menggagalkan penyelundupan narkotika dalam jumlah besar di Aceh Timur.
Ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas kelembagaan BNN RI dalam menghadapi tantangan permasalahan narkotika yang semakin kompleks, lintas sektor, dan dinamis.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Peneliti SAKSI, Herdiansyah Hamzah, menegaskan besarnya tunjangan kinerja (tukin) hakim tidak menjamin peradilan bebas dari korupsi.
KPK tetapkan lima tersangka OTT di Depok, termasuk Ketua PN Depok, terkait dugaan gratifikasi pengurusan sengketa lahan. Penahanan 20 hari pertama.
Putusan kasasi ini menjadi bentuk kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak konstitusional tiap warga negara.
Menurut Setyawan, pengaturan tersebut membuat KY tidak lagi dapat melakukan pengawasan secara mandiri sebagaimana mandat yang diberikan undang-undang.
Setyawan menegaskan KY tidak mempersoalkan secara prinsip usulan perpanjangan usia pensiun tersebut.
510 laporan yang disampaikan langsung, 715 laporan melalui pos, 200 laporan melalui media online, 14 laporan berupa informasi, serta 1.206 laporan berupa tembusan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved