Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPOLISIAN Republik Indonesia tidak membuka opsi untuk memperpanjang masa tugas Satgas Tinombala. Masa operasi Satgas tersebut hingga kini sudah diperpanjang selama empat kali, yakni sejak 4 Oktober sampai 31 Desember 2019.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyebut pihaknya akan memperpanjang masa tugas Satgas Tinombala apabila kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora belum terungkap.
"Kita doakan saja mudah-mudahan cepat terungkap. Sehingga evaluasinya adalah dilanjutkan atau tidak. Tapi saya kira nanti kalau ini juga belum terungkap pasti akan dilanjutkan," terang Asep di Mabes Polri, Rabu (18/12).
Saat ini, polisi masih memanfaatkan waktu yang ada untuk memburu kelompok MIT yang bersembunyi di Poso, Sulawesi Tengah.
"(Masa tugas) berlakunya kan dari 4 Oktober sampai 31 Desember, jadi masih dalam koridor tugas, masih tetap berjalan dulu, melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora," kata Asep.
Baca juga : Polri Perpanjang Operasi Satgas Tinombala Enam Bulan
Ditanya berapa jumlah anggota MIT, Asep belum bisa memastikan. Sebab, jumlah yang terdeteksi dengan yang di lapangan belum tentu sesuai. "Tapi tidak besar kelompoknya," ujarnya.
Saat ini satgas Tinombala masih fokus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT, terlebih paska meninggalkannya Bharatu Muhamad Saepul Muhdori, anggota satgas yang menjadi korban penembakan oleh kelompok tersebut.
"Dengan peristiwa kemarin, gugurnya satu anggota Polri, fokusnya masih dilakukan pengejaran," lanjutnya.
Diketahui anggota Brimob Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala IV, Bharatu Muhammad Saepul Muhdori, tewas ditembak orang tak dikenal. Polisi mengidentifikasi pelakunya merupakan kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yang selama ini diburu oleh aparat.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih memburu kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pascapenyerangan yang menewaskan satu anggota Polri di Pos Sekat Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, proses olah tempat kejadian perkara pascapenyerangan telah dilakukan.
Baca juga : Satu Brimob Tewas, Satgas Tinombala Perketat Keamanan Wilayah ...
Berbagai barang bukti pun diamankan. Termasuk beberapa butir selongsong amunisi milik kelompok MIT. Selain melakukan penyisiran, satgas yang terdiri dari pasukan TNI dan Polri juga memperketat keamanan di wilayah operasi.
"Tidak hanya wilayah Parigi Moutong. Wilayah operasi di Poso juga kami perketat keamanannya," terang Lukman.
Menurutnya, satgas yang melakukan penyisiran di wilayah hutan dan pegunungan Desa Salubanga dibagi ke tiga titik.
Hal ini dilakukan karena keberadaan kelompok MIT diduga belum begitu jauh dari lokasi penyerangan.
"Kita berharap bisa segera menangkap hidup atau pun mati kelompok itu," tegas Lukman. (OL-7)
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengingatkan adanya mantan pejabat yang diduga menjadi penumpang gelap dalam isu reformasi Polri.
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk tetap tabah dalam menjalankan tugas meskipun kerap menjadi sasaran serangan serta kritik tajam.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali.
KANTOR Imigrasi kelas I TPI Palu bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buol dan Konsulat Filipina untuk menangani 15 warga negara Filipina yang terdampar di perairan Buol, Sulawesi Tengah.
Gubernur menargetkan Desa Nupabomba sebagai pilot project.
Pada pelaksanaannya, program ini menetapkan tujuh daerah sebagai prioritas pembangunan.
Brimob tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial
Operasi timpora juga digelar di Kecamatan Kulawi, Sigi, untuk mengantisipasi aktivitas pembangunan PLTA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved