Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) memperkuat akselerasi penurunan angka stunting melalui inovasi berbasis keluarga. Gebrakan ini ditandai dengan peluncuran program "Berani Pelita Hati" (Peduli Kesehatan Ibu dan Anak) oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, di Posyandu Desa Nupabomba, Donggala, Sabtu (20/12).
Dalam arahannya, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pendekatan penanganan stunting kini dilakukan secara mikro dan individual. Salah satu poin krusialnya adalah diferensiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program MBG akan kita fokuskan khusus untuk anak stunting dengan pendekatan individual. Ibu adalah sosok yang paling tahu kebutuhan gizi anaknya. Pemerintah hadir membantu melalui basis keluarga, bukan menyama-ratakan bantuan,” ujar Anwar di Palu, Minggu (21/12).
Sebagai langkah nyata, Pemprov Sulteng menerapkan kebijakan "Satu OPD Mendampingi Satu Anak Stunting". Skema bantuannya meliputi bantuan gizi sebesar Rp15.000 per hari atau Rp450.000 per bulan. Dana diberikan langsung kepada ibu anak yang didampingi oleh Tim Penggerak PKK dan tenaga kesehatan. Fokus pada asupan protein hewani dan vitamin (telur, buah, dan susu) untuk anak serta kebutuhan gizi sang ibu.
Gubernur menargetkan Desa Nupabomba sebagai pilot project. Ia optimistis pada evaluasi Juli 2026 mendatang, angka stunting di desa tersebut yang saat ini mencapai 29 persen bisa ditekan hingga nol persen (Zero Stunting).
Wakil Gubernur Sulteng, Reny Lamadjido, menekankan kekuatan struktur PKK hingga tingkat dasawisma sebagai ujung tombak. "Struktur PKK memungkinkan intervensi by name, by address, dan by case. Inilah yang membuat program ini menjadi nyata di lapangan," kata Reny.
Selain itu, Ketua TP PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, memperkenalkan simbol "Stiker Pink" bertuliskan Ayo Cegah Stunting. Stiker ini akan dipasang di rumah keluarga sasaran sebagai bentuk kepedulian sosial dan baru akan dicabut setelah anak dinyatakan bebas stunting.
Berdasarkan data terbaru, Sulawesi Tengah menunjukkan tren positif dalam penanganan stunting turun dari 27,1% (2023) menjadi 26,1% (2024). Data EPPGBM 2025 bahkan mencatat capaian impresif di angka 9,6%.
Kabupaten Donggala mengalami penurunan signifikan dari 34,1% (2023) kini berada di angka 17,1%, sudah di bawah standar nasional (18,6%).
Untuk menjamin kevalidan data, Pemprov Sulteng telah mengalokasikan dana sebesar Rp5,6 miliar guna pengadaan alat antropometri standar serta penguatan pendampingan enumerator.
"Stunting bukan aib. Ini adalah kondisi yang harus kita tangani bersama melalui gotong royong dan intervensi yang tepat," pungkas Anwar Hafid. (TB/P-5)
Nestlé Indonesia berkomitmen memanfaatkan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu, baik saat ini maupun bagi generasi mendatang.
SKI 2023 menunjukan bahwa 1 dari 4 anak Indonesia mengalami anemia, salah satu penyebab yang mendasari keterlambatan pertumbuhan anak.
Parenthood Institute 2025, program tahunan yang dirancang untuk memperkuat pemahaman orangtua mengenai tumbuh kembang anak sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Indonesia.
RAKYAT Indonesia kembali diguncang berita kesehatan memilukan. Dua anak kakak beradik di Bengkulu baru-baru ini menderita cacingan parah dan harus menjalani operasi.
Kegiatan itu sebagai wujud konsistensi vidoran sejak tahun 1977 dalam membantu pemenuhan asupan gizi anak Indonesia guna menjadi generasi emas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved